# simplyland
Powered by Ay Sagira®
RAINBOW BOOK
...never regret and always be thankful...
Thursday, January 17, 2013
Wednesday, January 16, 2013
Gerimis
Selimut bergaris dan sweater orange, itu senjataku pagi ini saat gerimis turun di luar sana. Hangat memeluk diri sambil mendengarkan musik mengalun pelan dari hpku. Badan sedang ga enak hari ini, agak meriang sepertinya mau kena flu. Fisikku memang lemah, ada orang kena flu di sampingku, maka pasti aku akan ketularan juga, yang artinya daya tahanku ga bagus. Padahal bulan kemarin baru kena flu dan tepar 4 hari, eh sekarang kena lagi. Nikmat sekali ya .. :-)
Tuesday, January 15, 2013
Sesak
Akan selalu ada hari dimana apa yang aku inginkan tidak sejalan dengan apa yang aku pikirkan, dan hari ini adalah satu diantaranya. Hujan di pagi hari dan mendung seharian seperti ikut mendukung apa yang selalu berkecamuk di dalam diriku. Aku sama sekali tidak dapat berpikir jernih. Semuanya seperti mengambang di gelapnya langit.
Akhirnya aku tidak tahan lagi, ku ambil sweater orangeku, mengenakan kacamata dan topi lalu menuntun sepeda putihku keluar pagar. Waktu menunjukan pukul 3.30 pm saat itu, dan aku mulai mengayuh sepedaku perlahan menembus mendung yang masih asik menggelayut di tepian langit.
Akhirnya aku tidak tahan lagi, ku ambil sweater orangeku, mengenakan kacamata dan topi lalu menuntun sepeda putihku keluar pagar. Waktu menunjukan pukul 3.30 pm saat itu, dan aku mulai mengayuh sepedaku perlahan menembus mendung yang masih asik menggelayut di tepian langit.
Demi Hatiku
Aku sudah diujung jalan kemarin lalu, tinggal belok sedikit lagi dan
menghilang. Tapi, alih-alih belok dan pergi, aku malah kembali lagi ke
titik dimana aku memulai. Salah besar, karena ternyata apa yang kujumpai
sudah bukan milikku lagi, semua berubah hingga aku berada di
persimpangan penuh kebingungan.
Labels:
peri kecil
Monday, January 14, 2013
Sunday, January 13, 2013
Cinta Tapi Beda
"Butuh kamu..."
Sebuah pesan terlihat di ponsel milik si gadis yang sedang menangis di kamarnya, tangisnya semakin kencang saat membaca pesan itu karena hatinya semakin merasa teriris. Gadis itu tidak tahu bahwa si pengirim pesan, yakni kekasihnya, sedang berdiri di luar di atas sepedanya dalam derasnya hujan di pintu gerbang rumah sang gadis. Pria itu terlihat tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang basah kuyup kehujanan, dia hanya menatap nanar ke arah rumah itu...
Sebuah pesan terlihat di ponsel milik si gadis yang sedang menangis di kamarnya, tangisnya semakin kencang saat membaca pesan itu karena hatinya semakin merasa teriris. Gadis itu tidak tahu bahwa si pengirim pesan, yakni kekasihnya, sedang berdiri di luar di atas sepedanya dalam derasnya hujan di pintu gerbang rumah sang gadis. Pria itu terlihat tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang basah kuyup kehujanan, dia hanya menatap nanar ke arah rumah itu...
Subscribe to:
Posts (Atom)


