Thursday, June 24, 2010

Dough Set (Lilin)


Dulu kita menyebutnya lilin, jaman aku kecil adonan lilin ini dijual dengan bentuk persegi empat dan dikemas di dalam plastik, warnanya pun beragam seperti warna kelir. Jaman dulu tidak ada alat cetak untuk membuat bentuk yang rapi, hanya mengandalkan imajinasi kita dalam mengolah adonan lilin ini.

Ketika ponakanku datang dan membawa permainan lilin ini, rasanya seperti kembali ke masa kecil. Tapi ada yang berbeda dengan lilin jaman dulu dan sekarang, apa mungkin karena lilin sekarang jauh lebih lembut (walaupun jika kelamaan kena udara akan mengeras), baunya juga harum. Dijualnya juga dengan perangkat cetak di dalamnya, cetak pesawat, pohon, alat pembuat mie, mesin giling, dan macam-macam lagi. Lilin pun mempunyai wadah sendiri dalam tiap ember kecilnya.

Nama adonan lilin juga lebih dikenal dengan 'Dough' yang sebenarnya berarti adonan, karena dijual perset dengan toolsnya, makanya sering disebut 'Dough Set'. Aku kurang ngerti harganya berapa, tapi sepertinya lumayan agak mahal sedikit dibanding lilin-lilin biasa yang dijualnya perkotak plastik itu.

Anak-anak sangat suka dengan Dough ini, apalagi ponakanku, kerjaannya bikin mie lilin terus, tapi karena sudah mulai mengeras dan dia tidak kuat untuk menekan alat cetaknya, akhirnya aku yang kebagian nekan. And whalaaa... lilin mie pun jadi..!

Lilin ini sebenarnya lumayan awet jika setelah dipakai, lalu disimpan lagi tertutup rapat dalam embernya, tapi ya namanya anak kecil, cuek aja.. sekarang diselimut putihku sudah penuh dengan perintilan cuilan lilin sampai ngeres. Untung saja bisa dibersihkan tanpa meninggalkan bekas di selimut itu.

Manfaat permainan adonan lilin ini diantaranya :
* Kognitif, kemampuan mengetahui dan mengingat.
* Motorik, kemampuan mengkoordinasikan anggota tubuh seperti tangan dan kaki.
* Logika, kemampuan berpikir secara tepat dan teratur.
* Kreatif/Imajinatif, kemampuan menghasilkan ide sesuai dengan konteks.
* Visual, kemampuan mata menangkap bentuk dan warna obyek.

Eniwei, diperuntukan bagi anak-anak yang sudah mengerti untuk tidak memakannya, minimal 3 tahun ke atas.

No comments:

Post a Comment