Wednesday, June 23, 2010

Memesan Karangan Bunga


Sekitar jam 5.30 pagi sebuah telpon masuk, ternyata temen misoa yang meminta tolong dipesankan karangan bunga sebagai tanda berkabung untuk diberikan kepada keluarga eyangnya, karena eyangnya tersebut berpulang hari itu. Saat itu kami sedang berada di Semarang, dan akhirnya sekitar jam 7.00 pagi kami menuju tempat pemesanan karangan bunga.

Lokasinya di jalan Dr. Sutomo, yang kalau dari arah Pandanaran belok ke kiri, mengitari pemakaman Bergota. Di sepanjang jalan itu banyak terdapat kios pemesanan karangan bunga, entah untuk karangan berkabung atau karangan tanda selamat. Tiba di sana ku pikir belum ada yang buka karena masih pagi, tapi ternyata sudah. Langsung memesan saat itu juga.

Pemilik kios langsung menyerahkan sebuah album foto yang memperlihatkan contoh beberapa model karangan bunga untuk berkabung, kupikir ukurannya kecil, ternyata besar juga. Sekitar 1 meter kali 2 meter. Dan ternyata bisa dipesan dengan menggunakan bunga asli atau bunga palsu. Untuk bunga palsu sekitar Rp. 250.000,- biayanya dan bunga asli sekitar Rp. 350.000,- . Sudah termasuk kalimat dan ongkos kirim, tapi jika ada pesanan khusus bisa lebih dari itu harganya. Papan karangan bunga berbahan sterofoam yang katanya lebih awet dibandingkan hanya menggunakan kardus biasa, seperti di Yogyakarta yang masih banyak menggunakan kardus, menurut pemilik kios tersebut.

Bisnis seperti ini kebanyakan turun menurun, dijalankan dari ayah ke anaknya. Kurang ngerti juga bunga-bunga tersebut mereka beli darimana. Selain itu, di sepanjang jalan Dr. Sutomo pun banyak orang berjualan berbagai macam tanaman dan perlengkapannya, semacam pot dan pupuk. Walaupun menurut iparku, tanaman di sana lebih mahal dibandingkan tempat lain.

Eniwei, kadang aku bingung kenapa orang mengirimkan bunga untuk acara berkabung, karena sama sekali tidak ada gunanya, atau hanya sebagai penanda turut berduka cita semata? Kenapa mereka tidak mengirimkan makanan saja atau memberikan mentahnya, kan malah lebih bermanfaat. Adatnya beda kali ya?.. :-)

No comments:

Post a Comment