Monday, June 21, 2010

Pohon Ketapang


Sebuah pohon ketapang tertanam di depan rumahku, waktu itu aku membelinya di daerah Cikampek. Memang dari dulu aku sudah mencari pohon ini semenjak aku pernah melihatnya di halaman parkir Universitas Gajah Mada di Yogyakarta. Bentuknya seperti payung, dia tersusun ke atas seperti tumpukan tumpeng. Rantingnya juga tidak banyak mengeluarkan cabang, jika ada cabang baru yang muncul, maka dia akan merayap ke samping, bukan ke atas seperti pohon pada umumnya. Dan jika telah tinggi ujungnya, maka tinggal dipotong dan pohon itu akan semakin melebar ke samping. Lumayan nyaman buat berteduh jadinya.

Daun pohon ketapang lebar-lebar, hampir mirip dengan daun pohon jati, makanya tadinya kukira ini adalah pohon jati, tapi ternyata bukan, karena daun pohon jati lebih lebar lagi. Ketapang juga berbuah seperti biji, keras dan berwarna hijau biasanya. Daun ketapang berbentuk seperti telapak tangan, dan akan rontok dua kali dalam setahun, selain itu pohon ini juga mengeluarkan bunga kecil-kecil berwarna krem, yang harum baunya saat musimnya tiba. Entah khasiatnya apa, tapi ada yang bilang buah ketapang berguna untuk memperlancar ASI atau bisa juga sebagai obat pencahar.

Pernah suatu kali ada seorang pria memunguti daun pohon ini yang telah menguning, dan ketika aku tanya, dia bilang untuk pakan ikan. Ternyata bisa dimakan juga ya ama ikan, dikira lalapan mungkin atau salad? :D

Saat ini pohon itu sedang berbunga, samar-samar memang lumayan harum, tapi daunnya juga sedang agak rontok. Pernah waktu musim hujan daunnya rontok, kan aneh.. dikira kurang siram, padahal emang musimnya. Yang repot adalah menyapunya karena basah dan lembab, sama sekali tidak bisa dibakar... alhasil tumpukan itu menjadi spot yang menarik buat si Meong dan si Guguk... ambuneeeee...jaann...!

1 comment:

  1. itu dia sob ni pohon kalo lagi rontok nambah kerjaan nyapu daunnya buanyakkk, hehehehe...

    ReplyDelete