Tuesday, June 22, 2010

Telur Asin


Sudah bisa dipastikan jika seseorang ingat Brebes, pasti ingat dengan telor asin, karena memang daerah ini dikenal sebagai penghasil utama makanan tersebut. Dan mau ga mau aku pasti mampir jika mudik ke Semarang.

Cara membuat telur asin mudah sebenarnya, hanya menggunakan garam, abu gosok atau remukan batubata, kemudian diperam selama seminggu untuk rasa asin rendah, dua minggu untuk rasa asin sedang, atau lebih. Tapi ada cara lebih modern dengan menggunakan tupperwear yang ditutup rapat dengan hanya menggunakan bahan air dan garam saja, katanya sih enak. Telur asin juga bisa bertahan selama satu bulan lamanya.

Jenis telur asin yang berkualitas katanya berasal dari telur bebek liar, artinya bebek itu bertelur dimanapun dan mencari makan sendiri. Sedangkan untuk bebek angon (dirawat) dianggap berkualitas rendah. Dan cara pematangannya juga ada dua macam, direbus seperti biasa, atau dioven (warnanya bisa sampai kecoklatan).

Sebenarnya tidak menutup kemungkinan telur ayam juga bisa dibuat telur asin, cuma kebanyakan memakai telur bebek. Telur asin yang enak menurut pengakuan misoa adalah yang kuning telurnya berwarna terang dan sedikit mengeluarkan cairan. Harga persatuan telur asin adalah Rp.2100,- ...

Untuk penderita kolestrol tinggi, harap berhati-hati mengkonsumsi telur asin, juga penderita hipertensi, karena kadar garamnya yang lumayan banyak. Kelebihannya adalah nutrisi yang meningkat akibat pengasinan telur adalah kalsium. Hal ini tentu menguntungkan, karena kalsium sangat diperlukan dalam pembentukan tulang yang kuat. Penambahan kalsum ini berasal dari penyerapan mineral dari media pembalut telur selama penggaraman, terutama dari bata merah atau abu sekam.

Ah...jadi laperr...!

No comments:

Post a Comment