Saturday, July 10, 2010

Ewes-ewes


Ada yang lucu dengan bagaimana cara orang bicara, beberapa dari mereka kadang berbicara dengan kecepatan luar biasa seperti sebuah pesawat jet yang hanya bisa kita lihat bekas asap putihnya saja di langit hingga kita keteteran mencernanya, ada juga yang pelan sekali sampai kita pegel menunggu ucapan dia selanjutnya (kalo tipe ini biasanya bikin gemes karena kelamaan), yang terakhir adalah yang cara bicaranya biasa.

Beda lagi jika kita bicara dengan orang yang sudah sepuh, setidaknya harus sedikit mengencangkan volume agar mereka bisa lebih jelas mendengar suara kita, tapi jangan sampai terlalu keras juga, karena bisa jadi nanti malah salah kaprah disangka membentak beliau-beliau itu.

Contohlah ayahku, pendengaran beliau sudah agak berkurang, jika kita bicara dengan suara pelan maka beliau tidak akan bisa mendengarnya, sehingga kadang kita membicarakan dirinya di depannya tanpa harus berbisik-bisik, lalu cekakak cekikik dan beliau tidak tahu, dikerjain anaknya tapi ga ngerti, tapi setelah ngerti maka beliau akan mendaratkan cubitan mautnya yang lumayan pwedess...

Pernah dengar orang amrik bicara? Nah, cara mereka bicara itu sangatlah cepat, dan hampir tidak membuka mulutnya sama sekali, jadi kita harus konsentrasi tinggi untuk mendengarnya, belum lagi bahasa mereka yang berbeda, jadi mau ga mau harus buka kamus juga, kan makin repot jadinya. Hampir mirip dengan kakakku yang tertua, dia kalau diajak bicara ya gitu, mulutnya hanya membuka sedikit dan bercakap dengan suara pelan, sampai kita bingung dia ini sebenarnya sedang ngomong apa kumur-kumur sih? Aku dan ibuku kadang suka protes kalau dia sudah bicara begitu,
"Kak, kalo ngomong tuh yang bener kenapa sih? Ngomong koq ewes-ewes gitu, ibu ga ngerti nih!" dan dia cuma nyengir aja kalau udah diprotes gitu, mungkin bawaan orok kali ya? Dia memang tipe yang tidak bisa bicara keras, tidak pernah marah, dan jarang nangis sejak balita. Entah ibuku ngidam apa waktu hamil kakakku itu, ngidam batu jangan-jangan...

Untung saja bicaraku normal-normal saja, yang jadi masalah adalah aku jarang bicara... jadi susah membuktikan aku ini bicaranya normal apa tidak..

Ah, aku yakin bicaraku normal, yang tidak normal mungkin hanya telingaku, karena harus selalu menjadi pendengar yang baik walaupun yang aku dengar kadang tidak baik.. bingung kan? Sama..!

...
...
PS : gambar dari tuan gugel..

2 comments: