Tuesday, July 20, 2010

Gara-gara kangen


Gadis kecil itu menunggu seseorang di teras, sebentar-sebentar bertanya kepada seorang wanita yang menemaninya,
"Pakde mana sih, bude?"
"Lagi ke rumah temannya.."
"Lama ga?"
"Mungkin lama..kenapa? Adek kangen sama pakde ya?"
"He em.."
"Kangen pengen minta jajan kali? Atau pengen minta jalan-jalan naik mobil.?" Gadis kecil itu menggeleng.
"Jadi kangen beneran sama pakde?" Dia mengangguk.
"Nanti juga pulang, tunggu aja ya?" Wanita itu mengusap kepalanya.
Tunggu tinggal tunggu, sampai malam si pakde belum juga pulang, dan si kecil akhirnya kelelahan karena ngantuk. Keesokan paginya, semua orang heboh karena si kecil tidak mau sekolah, dia ingin pakdenya yang mengantarnya, tapi sayangnya si pakde sedang dipijet. Mana lagi sepatu sekolahnya ketinggalan di rumahnya yang lain. Alhasil si kecil semakin tidak ingin sekolah karena harus memakai sendal, semua orang saling teriak dan saling menyalahkan, si kecil pun kena sasaran amarah hingga dia pun menangis. Pagi yang hingar bingar gara-gara kangen pakde...

Bukan hanya anak-anak yang merasakan kangen kepada seseorang, bahkan orang dewasa juga demikian. Rasa kangen itu seperti duri yang menusuk sedikit demi sedikit dihatimu. Seperti koki kehilangan pisaunya, seperti pilot tanpa kemudinya, kangen itu selalu menunggu dan berusaha mencari tahu keberadaan seseorang.
Kangen juga kadang merembet menimbulkan masalah seperti pada gadis kecil tadi, dampaknya bisa kecil ataupun besar. Bisa hanya akan membuat seorang wanita menangis, membuat seorang pria suntuk, atau bisa juga membuat hidupmu berantakan, lalai melakukan apapun, membuatmu stres berkepanjangan, tidak bergairah untuk melakukan apapun. Yang ada di kepala cuma satu, ingin bertemu, titik!
Merepotkan kadang mempunyai perasaan seperti ini, tapi memang tidak bisa kita kendalikan, yo mosok kangen harus ditahan? Mana bisa? Kentut aja ga bisa ditahan koq ya? Apalagi kangen....
Apa obatnya coba? Temen 'ndutku bilang, obatnya adalah 'bertemu'. Memang benar begitu, sulit mengobatinya jika tanpa bertemu, bahkan sehabis bertemu saja masih kangen koq. Nah kalau tidak bisa bertemu bagaimana? Ya setidaknya kita tahu kabarnya lah, atau dia mengabari kita. Jika hanya bisa meraba-raba dan hanya menduga-duga rasanya seperti mencari uban di kepala anak balita, pusing...!
Alhamdulillah, si pakde ini akhirnya merasa kasihan dengan gadis kecil tadi, dan sore harinya sepulang dia dari sekolah, si pakde mengajak gadis kecil ini bermain di taman, terobati sudah rasa kangennya.
*tapi sebenarnya si kecil juga pengen minta di ajak jalan-jalan dan minta jajan sih...dasar anak kecil licik..!* hehehe...
:-P
..
..

No comments:

Post a Comment