Friday, July 2, 2010

Le Bridge, Ancol


Kemarin sore nyambangin Le Bridge di Ancol, dalam kepalaku yang terlintas adalah tempat yang megah dan cantik serta romantis plus indah, tapi ternyataaaaaaaaahh... beuuh boro-boro indah, yang ada malah wagu...ramai banyak orang (kemungkinan karena musim liburan) terus pantainya banyak sampah yang mengapung, merusak pemandangan saja.

Kenapa aku membayangkan hal yang indah dan cantik? karena seorang teman pernah meng-aplod foto Le Bridge dengan indah dan cantik, banyak lampu temaram dan sepi, sehingga berkesan romantis. Tapi ternyata jauh dari kenyataan, dan ketika kutanya temanku yang lain, dia bilang Le Bridge memang kurang bagus.

Waktu ke sana ada satu dua orang yang sedang foto prewedding, entah dapet apa ngga tuh momennya, lha wong rame banget. Juga ada beberapa penggemar fotografi sedang beraksi, karena kulihat mereka menenteng kamera Nikon SLR juga. Banyak pengunjung berpasangan di sana, pacaranlah istilahnya, mojok dan kekap kekep di setiap sudut jembatan kayu. Mau yang pakaian minim, ataupun yang berkerudung tetap sama, yo ngono kui. Ah, ga usah dibahas, bukan hak aku juga nge-judge mereka, intinya mah rame konde..!

Aku ke sana bareng misoa dan Joko (teman misoa), mereka asik aja sendiri, sadar sih kalo tempat itu kurang bagus, tapi tetap saja motret. Kalau aku mah udah males, akhirnya cuma moto alakadarnya, moodnya udah ancur sejak pertama datang, dan sejak lampu-lampu temaram tempat itu tidak menyala saat malam menjelang. Paling duduk-duduk, lihat orang yang berenang di pantai malam-malam (aneh ya? apa mungkin air lautnya terasa hangat?), lihat anak kecil yang berlarian, lihat orang sedang tidur di pantai, plus lihat keasikan misoa dan temannya moto ga jelas...

Ada sebuah cafe di tengah Le Bridge ini, dan terlihat sepi, mungkin karena makanannya mahal dan tidak banyak ragamnya. Orang lebih memilih mencari makan di sepanjang bibir pantai, karena ada semacam kios-kios kecil atau A&W atau McD, yang mungkin harganya masih standar. Kami makan di A&W saat di sana, tadinya mo makan di Bandar Djakarta, tapi pas lihat ramainya kayak ikan teri lagi beranak, akhirnya ga jadi deh. Itulah resikonya datang saat liburan sekolah, dimana-mana ramai.

Tadinya mau nyambangin tempat lain, tapi ga jadi, udah keburu capek. Aku juga udah nguap terus, mungkin karena bosan jadinya nguap terus (ngantuk juga sih..hehehe).

Ah, hunting gagal... not in the mood banget lah... asli, aku sebenarnya lebih suka moto orang daripada moto view atau pemandangan, hasilnya ya begitu-begitu aja soalnya, ga ada yang bisa bikin heboh. Beda jika motret orang, human interest, lebih asik... tau sendiri kan manusia itu sangat beragam ...

Next?..kemana ya?

PS : beberapa foto hasil ga mood tadi...



3 comments:

  1. yah gitulah kalau hunting di tempat komersil sob....

    ReplyDelete
  2. Adam :
    hai juga..salam kenal..

    RI :
    iya nih..pengen ke kawah ijen deh :)

    ReplyDelete