Saturday, August 7, 2010

Alun-alun Wonosobo

Angin bertiup semilir siang itu, udara sejuk menyelimuti kota kecil yang dikelilingi bukit dan gunung yang bernama Wonosobo. Kala itu aku duduk di sebuah pot semen besar yang terletak di pinggir lapangan alun-alun yang sangat luas dimana di tengahnya terdapat sebuah pohon beringin yang besar. Waktu menunjukan pukul dua siang, tapi tidak seperti di Jakarta, di sini sejuk seperti saat berada di Puncak.


Kulihat anak sekolah berkumpul dan duduk di rumput yang tertata rapi di lapangan alun-alun itu, sepertinya memang rumputnya dirawat, karena ada batas tali rafia yang membentang mungkin dengan maksud untuk tidak menginjaknya sementara waktu. Hari itu panas, tapi pengunjung yang datang ke alun-alun itu seperti tidak merasakan panas sedikit pun saat duduk-duduk di lapangan, termasuk aku yang duduk di pot semen tadi.


Aku tidak tahu seberapa luas lapangan alun-alun ini, tapi jika ada dua lapangan basket, dua lapangan batminton juga lapangan bola di dalamnya, dan masih sisa area lain pastilah sangat besar. Di setiap sudut sisi segi empatnya terdapat pendopo kecil, dan ada dua air mancur yang akan menyala saat siang hari. Di sepanjang trotoar alun-alun juga terdapat lampu-lampu kecil, yang akan terlihat temaram saat malam hari.

Namanya alun-alun dimana-mana sama, biasanya ada kantor walikota, masjid, gereja, sekolahan. Dan alun-alun Wonosobo juga seperti itu, jadi lumayan ramai jika saat bubaran jam pulang sekolah, dan bahkan ada yang melanjutkan main di lapangan itu, entah main bola atau basket, atau cuma pengen narsis dengan hape berkamera mereka.

Siang itu kami makan di pinggiran alun-alun, kami makan semacam ketoprak kalau di Jakarta, aku lupa namanya apa di sana, yang jualan seorang ibu-ibu yang ramah. Menurut beliau, alun-alun ini akan ramai saat malam minggu atau minggu pagi saat orang keluar rumah untuk berolahraga atau hanya jalan pagi saja. Di sini juga bersih dari sampah, memang ada sih satu dua terlihat bekas botol minuman tapi tidak banyak karena si bapak berbaju orange tukang bersih-bersih itu rajin sekali menyapunya. Pun tidak terlihat warung permanen di sini, semuanya versi gerobak dorong, jadi mereka tidak menetap, paling habis jualan trus pulang.

Saat kami makan, ada beberapa mahasiswa asik bermain laptop, kata misoa 'mungkin ada hotspot di sini..' dan ketika dia mengecek dengan hapenya memang ternyata ada dan banyak. Pantas saja mereka anteng sekali dengan laptop masing-masing, dan akhirnya misoa pun ikut-ikutan mengakses internet. Sedangkan aku berkeliling dan duduk di sudut memperhatikan anak-anak bermain bola.

Kota yang tenang, kota yang kuidamkan, suatu saat nanti mungkin saja aku akan tinggal di sini...jadi petani mungkin enak kali ya? tapi apa aku kuat jadi petani?...ada-ada aja :-)









7 comments:

  1. Asman Adi PurwantoAugust 8, 2010 at 8:31 AM

    coba di kota2 besar seperti jakarta dan sekitarnya ada alun-alun seperti di daerah di jawa pasti asik tuh. yang bersih tentunya

    ReplyDelete
  2. sudah banyak berubah dari 2 tahun yang lalu..



    :)

    ReplyDelete
  3. pernah tinggal di sini ya?..:)
    makasih sudah mampir...

    ReplyDelete
  4. pernah mampir ke sini juga, sambil kuliner makanan khasnya

    ReplyDelete
  5. wah enak bisa tiduran di situ...sambil bawa makan minum and bakar jagung ...uasik dech...pake tenda tbh enak dech!

    ReplyDelete
  6. salam buat arek2 wonosobo...

    ReplyDelete