Saturday, August 21, 2010

Rukuh Usang

Dilihatnya sebelah kiri dan kanan berdiri ibu-ibu yang sebaris shaf dengannya saat beribadah malam itu, mereka mengenakan rukuh putih yang cantik dengan bordir bunga berwarna-warni, bahannya pun terlihat halus dengan renda di pinggirannya. Sedangkan wanita yang berada di tengahnya hanya mengenakan rukuh yang warna sudah mulai pudar, sudah tidak bisa dikatakan putih lagi, lebih ke kuning gading, atau sekuning gigi vampir.

Rasa malu menjalar dengan cepat, kenapa rukuhnya tidak sebagus dan seindah ibu-ibu itu? Bukankah dia mampu membelinya? Kenapa dari tahun ke tahun hanya rukuh itu yang selalu dia kenakan? Bukankah jika menghadap sang Pencipta kita harus berpenampilan sebaik mungkin?
Bukankah sang Pencipta harus lebih diutamakan daripada seorang pacar ataupun suami? Jika dia sanggup untuk membeli baju yang bagus dan mahal hanya untuk berpenampilan baik di depan pasangannya, kenapa tidak kepada sang Pemberi Hidup? Padahal semua berkah dan rahmat berasal dariNya...

Menjadi manusia apa adanya memang baik, tapi bukan berarti mengabaikan apa yang menjadi wujud rasa syukur kita terhadap Allah. Bukan berarti lalu kita bisa semaunya memakai apapun saat shalat, seperti rukuh yang pudar atau pun sarung yang bolong dan kotor. Jika kita mampu untuk memberikan yang terbaik, maka berikanlah yang terbaik buat Allah. Jika hanya sanggup seadanya maka berikanlah seadanya, jika kita tidak mampu untuk itu semua, setidaknya perangkat ibadah kita bersih. Apapun, seharusnya yang terbaiklah yang kita berikan..

Balik ke wanita tadi, rukuhnya memang sudah menguning termakan jaman, tapi jahitannya masih kuat dan sama sekali tidak pernah robek. Usianya mungkin sudah sekitar 7 tahunan, no wonder warnanya sudah mulai pudar. Rukuh itu adalah pemberian ibunya, mungkin dengan harapan anaknya akan rajin sholat nantinya. Ibunya juga wanti-wanti agar rukuh itu tidak hilang, karena rukuh itu pernah melalang buana ke negeri dimana para Nabi Allah terlahir.. Tapi demi dilihat saat di mesjid tadi, rasanya tidak baik juga mengenakan benda yang usang untuk shalat sementara dia mampu membeli yang lebih baik. Tapi kan ga masalah? Benar, tidak ada masalah sama sekali, hanya rasanya tidak pada tempatnya saat semua barang yang dimiliki mempunyai kualitas baik sedangkan untuk shalat hanya seadanya saja.

Berikan yang terbaik...ya benar...dan rukuh itu akan selalu ada bersamanya sebagai kenangan dari ibunya, sekali-kali akan dia pakai juga kan?...

*foto diambil dari tuan gugel.
..
..

2 comments:

  1. Teman saya yg dari Dubai selalu terkesan dengan Rukuh dari Indonesia. Stiap kembali ke Dubai dia selalu membawa oleh-oleh Rukuh dr Indonesia. Rukuh Indonesia itu
    Rukuh Cantik katanya.

    ReplyDelete
  2. Terima kasih infonya, saya lagi mencari yang Jual Mukena Murah btw artikelnya sangat bermanfaat

    ReplyDelete