Wednesday, August 4, 2010

Saran Ibu

Mukanya masam sepanjang hari, wajahnya ditekuk kayak burung perkutut lagi ngeden. Bolak balik dia ke depan ke belakang sambil ngedumel ga keruan. Sebentar-sebentar hapenya berbunyi, sebuah sms masuk, dia membacanya, lalu hape itu dilempar ke sofa bercorak kembang.. Blug! Wajahnya makin terlihat ga karuan karena kesal..

Pasal apa pria kurus ini bertingkah laku seperti itu? Ternyata karena dia sudah tidak suka dengan pekerjaannya dan ingin resign saja, tapi karena ibunya melarang dia jadi kesal. Belum lagi bosnya yang bolak balik telpon dan sms menanyakan kapan dia masuk kerja, karena sudah berhari-hari dia bolos....


Kalau mau nekat, mungkin dia tidak akan menggubris omongan ibunya, mending resign, buat apa kerja tapi tidak menikmati apa yang dia kerjakan, begitu mungkin pikirnya. Tapi karena pria ini termasuk pria yang patuh pada ibunya, dia agak ragu-ragu untuk melaksanakan keputusannya itu, tapi alhasil hatinya jadi mutung terus. Salah satu protes yang pria ini lakukan terhadap saran ibunya adalah, dengan merokok. Padahal dia sama sekali tidak merokok, dia sengaja merokok di depan ibunya agar kesal dan akhirnya menyetujui keputusannya untuk resign tadi. Alih-alih kesal dengan tingkahnya itu, beliau malah tertawa, sebab anaknya jadi keliatan batuk-batuk ketika menghisap rokok itu. Alasan sang ibu sebenarnya simpel saja, karena diliat bos si anak itu baik, dan pekerjaannya juga sesuai dengan bidangnya, maka ibu itu menyarankan untuk tidak resign. Apalagi sangat sulit untuk mencari pekerjaan dimana seorang atasan akan konsern dengan bawahannya.

Waktu berlalu, dan si pria memang tidak jadi resign dari pekerjaannya, dia kembali masuk kerja seperti biasa. Mungkin benar firasat dan nasehat ibu, sang anak pun akhirnya melaju pesat dalam pekerjaannya. Dia menjadi tangan kanan sang bos, dan mulai merasakan posisi nyaman sejak itu. Makin kemari, dia akhirnya sudah bisa membeli mobil, dan sekarang malah ingin mengganti mobilnya lagi. Sebenarnya ibunya sudah menyarankan untuk membeli rumah saja, karena harga rumah tidak akan pernah turun, tapi ya namanya anak muda, kendaraan adalah prestis buat dirinya, dan ibunya maklum.

Kadang apa yang diucapkan seorang ibu sering menjadi kenyataan ya? Saran seorang ibu itu tidak akan menyesatkan anak, beliau-beliau ini kadang memang terkesan agak kolot dalam pemikiran, tapi semuanya adalah untuk kepentingan kita sebagai anaknya. Dan anak yang selalu mendengarkan apa yang beliau katakan, akan selalu mendapat hikmahnya, contohnya seperti pria ini. Kedudukan seorang ibu dalam Islam pun lebih tinggi dibanding ayah, bahkan dibilang surga ada di telapak kaki sang ibu. Sedikit mengerti dan hormatilah beliau-beliau ini, dan kau akan mendapati dirimu selamat di dunia dan akhirat. Insyaalloh ...amin...

PS :
tapi efek dari kehidupan yang mapan ini malah membuat si pria agak pilih-pilih dalam banyak hal, seperti nasi agak keras protes (mungkin karena sering makan di resto), piring bonus sabun dia tidak mau pakai, katanya masih bau sabun..dll dll... jadi keliatan masuk ke gaya borju ya? :-) tapi sepanjang dia masih hormat dengan ibunya, masih bersyukur koq...

Eniwei, kapan aku jadi seorang ibu ya?.. dan jika belum, pasti di telapak kakiku belum ada surganya...hhhhh... naseeebbbb...!

PS : foto dari tuan gugel..
..
..

No comments:

Post a Comment