Monday, September 20, 2010

Pipis di Botol

Dua orang bocah menemaniku saat perjalanan ke arah timur Jawa seminggu yang lalu, si kakak berusia 7 tahun dan si adek 5 tahun. Sebenarnya mereka ini pindah dari mobil ayah bundanya, dan ingin ikut di mobilku. Mungkin karena kendaraanku agak luas, mereka ini akhirnya sibuk gelut-gelutan di dalam, loncat ke belakang ke depan, gulang guling ga karuan sambil ngoceh dengan logat yang lucu. Kakak dengan logat kekanakan yang jelas perkatanya, sedangkan dedek dengan logat Shinchan dengan suara yang agak berat, kupikir dia main-main saat bersuara begitu, tapi ternyata memang begitu gaya bicaranya..kocak!

"Nanti kalo mo pipis bilang ya?" kataku pada mereka.
"Tenang aja tante, dedek udah bawa botol nih.." dedek menunjukan sebuah botol kosong yang dibawanya.
"Hah?! emang buat apah?"
"Ya buat pipis dong, tante...dedek udah tau caranya koq!" sahutnya lagi...
"Waakk..! Jangan pipis di situh!..nanti pipis di pom bensin ajah!"
"Ngga ah, dedek mo pipis di sini aja nanti.." sahutnya lagi dengan tegas.

Wealahh..pantes aja dia dari tadi nenteng-nenteng botol kosong bekas minuman itu, ternyata ibunya yang memberikannya karena takut si dedek ga kuat minta pipis di jalan, dan ternyata ibunya sudah mengajarkan bagaimana caranya untuk pipis di dalam botol tersebut. Ketika kutanya kenapa, ibunya cuma bilang, 'biar ga ribet berenti-berenti terus..' ..ampun deh.. tapi mau ga mau aku ketawa denger mereka mau pipis di botol kalo pas kebelet, pede pula ngomongnya.

Sepanjang jalan tidak ada berhentinya mereka bertanya tentang apapun, hal-hal yang kita anggap biasa, tapi mereka anggap sangat luar biasa. Dari bertanya, kenapa ada tulisan (stiker) nembel di kaca, kabut itu apa, kenapa boneka sapiku berwarna biru dan kenapa kakinya hanya tiga lalu kenapa ga ada hidungnya, pokoknya segala macam. Menurut yang aku perhatikan dari cara ibunya menerangkan berbagai hal yang ditanyakan anaknya, ibunya itu tidak pernah menjawab asal saja, tidak ngaco, tapi lebih menjurus menerangkan dengan cara yang mudah dicerna anak-anak tapi gamblang dan benar, sangat mendidik. Jadi saat bocah-bocah ceriwis itu bertanya tentang apapun padaku, aku berusaha menerapkan apa yang biasa ibunya lakukan. Agak sulit memang, tapi memang harus begitu. Jika anak terbiasa mendapat jawaban asal saja dari ibunya, maka mereka akan sembarangan nantinya jika berkata-kata. Seorang ibu memang dituntut untuk kreatif memilih penjelasan bagi anaknya.

Hhh...kangen kakak ama dedek..!

*) kisah saat mudik...
...
...

3 comments:

  1. teteh ga ikutan pipis di botol?... hehehehe

    ReplyDelete
  2. emang cewek bisa pipis pake botol..?
    ga koprat kapret ceu..?

    ReplyDelete
  3. @Asman : aku pipisnya di baskom...hehehe

    @Raw : ini lagi...wong dibilang di baskom juga..

    ReplyDelete