Wednesday, September 22, 2010

Rindu Jagoan

Ga tau deh, lagi kangen sama dua jagoan kecil anak temanku yang kemarin ikutan pelesir ke arah timur Jawa, si kakak dan dedek, yang pernah aku ceritakan di tulisan "Pipis di Botol". Mereka ini berbeda fisik, selain si kakak badannya agak besar dan tinggi sedangkan dedek berbadan langsing agak lebih pendek dari kakaknya. Tapi untuk sifat, si dedek ini lebih aktif dibandingkan kakaknya. Kakak juga agak konsern dengan berat tubuhnya, jadi dia suka bilang, "kakak ga mau makan ah, mau diet.." padahal makannya ya teteub aja banyak ...sedangkan adiknya lebih bergaya cool..aku pernah melihatnya membasahi rambutnya, dan ketika kutanya kenapa, dia bilang, "biar gaya, tante.." hiihihi...anak lima tahun pengen gaya..! Kebanyakan nonton tipi kayaknya nih..

Si kakak lebih tenang, banyak perhitungan, bicaranya teratur tertata rapi. Sedang si dedek itu aktifnya bukan main, dia juga berani, agresif, ga kenal rasa takut. Kalau kata kakeknya, si dedek ini emang berani, tapi ngawur...hehehe..mungkin karena apa aja dia hadapi tanpa mikir terlebih dahulu.

Aku jadi ingat kejadian di sebuah kolam renang di hotel, kolam ini kedalamannya sekitar 1,5 meter, dan kedua bocah ini berenang di sana dengan menggunakan pelampung. Kaki mereka tidak menapak di dasar kolam, tapi mereka berani berenang di sana menggunakan pelampung anak-anak. Suatu ketika, si dedek keluar dari kolam renang, dan naik ke atas undakan yang lumayan tinggi buat anak-anak, dia bilang, "Dedek mau loncat ya!..Yangkung jagain di bawah!"...katanya kepada kakeknya sambil mengambil ancang-ancang. Dan sekali lari, dia langsung terjun ke kolam itu tanpa mikir panjang. Mungkin karena senang, dia bolak balik terjun akhirnya, dan tidak harus dijagain lagi oleh kakeknya. Melihat itu, si kakak pengen juga ngikutin, tapi pas sampai atas, dia cuma bengong, mungkin karena dilihatnya ternyata tinggi juga kalau loncat dari atas. Bolak balik dia mengambil ancang-ancang, tapi begitu sampai pinggir kolam dia tidak jadi meloncat, takut. Tapi akhirnya dia loncat juga, dan hanya sekali, saking lucunya sampai ada bule ikutan tepuk tangan saat si kakak akhirnya mau terjun juga.

Dedek paling banyak mempunyai tanda mata di badannya, alias dia kerjaannya jatuh ataupun berkelahi dengan anak lain. Aku pernah diperlihatkan fotonya dengan wajah babak belur karena sepedanya nyungsep ke got, buset dah. Neneknya pernah cerita, suatu kali dedek berkelahi di sekolah dengan dua anak lain, lalu dilerai dengan gurunya, tapi keesokkan harinya dedek ga mau sekolah pura-pura sakit perut, usut punya usut ternyata dia takut ketemu dua anak tadi karena tubuh mereka lebih besar...ciut juga dia :D

Mereka juga diajarkan sopan memanggil orang lain, bahkan manggil tukang bakso saja "Om", ibunya yang mengajarkan begitu. Sedangkan aku mendapat julukan "Tante Joss.." ntah kenapa jadi berubah gitu, padahal awalnya pake namaku koq. Kacow lah... satu lagi yang aku salut dari didikan keluarga ini adalah, ajarannya tentang rasa syukur dan dilarang mengeluh. Karena ketika kedua bocah ini mengeluh, mereka akan diingatkan selalu untuk tidak mudah mengeluh.

Hampir seminggu bersama kedua bocah ini, dan aku jadi kangen mendengar teriakan mereka memanggilku sambil berlari lalu memeluk, lalu sibuk ngoceh ga jelas. Kenapa anak kecil mudah akrab dengan orang lain ya? Mudah sekali memeluk orang... nah kalo orang dewasa kan ga bisa, mosok aku main peluk orang seenaknya aja, mending kalo bales di peluk, lha nek di gampar piye?... repot dah urusannya..

Huuuu... jadi pengen punya jagoan.. aku pasti akan mengajarinya banyak hal, termasuk mengajarinya untuk menyukai dunia tulis menulis....hhhh..payah...kumaha atuh?..Eh, ga boleh ngeluh ya?..iya deh.. :-)

*) kisah saat mudik

...

4 comments:

  1. jagoanku masih senang main di langit..
    belum mau turun dia :)

    ReplyDelete
  2. semoga tahun ini segera diberi jagoan dan bidadari Amiin :D tetap semangat mbak....:)

    ReplyDelete
  3. makasih say :) amin...amin..
    semangaaatt..!

    ReplyDelete