Wednesday, October 13, 2010

Kurang Asin

Setiap manusia butuh sandang, pangan, dan papan, bisa ngecap yang namanya makanan saja adalah nikmat tersendiri dari sebuah rahmat Allah, lalu kemudian menyusul lainnya. Perut bagi mahluk hidup adalah nomor satu, tanpa terisi dengan baik, maka manusia tidak akan bisa berfikir jernih. Sudah bisa makan tapi tidur hanya beralaskan tikar, masih bersyukur. Bisa makan tapi belum bisa menyekolahkan anak, masih bersyukur. Apalagi jika kehidupan seseorang di atas itu, mereka seharusnya lebih dari bersyukur.

Tidak ada salahnya menikmati makanan yang kadang hanya sekedarnya, hanya tempe dan nasi misalnya, tidak ada salahnya jika sesekali hanya sayur saja, pun tidak ada salahnya jika sesekali yang di masak seseorang agak keasinan atau agak kemanisan. Bukan hal yang harus dibesar-besarkan dengan sebuah kemarahan dan wajah cemberut, ini toh hal lumrah. Lha wong restoran besar saja kadang tidak sama koq rasanya. Sama saja sebenarnya dengan apa yang kita masak sehari-hari..

 Bukan berarti jika tidak sreg dengan apa yang di lidah kita bisa membuangnya seenak hati, bukan berarti harus komplain kenapa begini kenapa begitu. Coba sekarang kita lihat sebentar, kenapa? kurang asin?..ya tinggal tambahin garam di masakannya atau di bumbunya atau goreng ikan asin, atau tambahin kerupuk, dan atau-atau lain... lalu kurang manis? sama juga.. ada gula, ada kecap, bisa tambah airnya... lalu kenapa harus dibuang? Kecuali jika makanan tersebut benar-benar tidak enak sama sekali, barulah bisa dibuang atau kasih kucing...

Menjadi orang yang selalu bersyukur dengan apa yang kita makan sehari-hari bukankah mudah? Sebelum bilang tidak enak, sebelum membuang makanan dalam tong sampah, cobalah lebih mawas diri. Masih banyak orang yang tidak bisa makan di luar sana, masih banyak orang yang setiap malamnya kelayapan cari makan, masih banyak yang mengorek-ngorek tempat sampah hanya untuk mencari sebungkus makanan sisa. Masya Allah..

Hidup itu keras bagi mereka yang hanya bisa berharap makan hari ini, entah besok atau lusa mereka bisa makan atau tidak itu urusan nanti. Tapi hidup itu penuh berkah saat setiap hari di meja terhidang makanan kesukaan kita, dibuatkan istri, atau dibeli suami saat pulang kerja. Bukankah kita yang mempunyai berkah berlebih dari mereka seharusnya lebih banyak bersyukur? Bukankah kita seharusnya hidup untuk menghargai semua karunia Allah, bukan malah berkeluh kesah dengan hal-hal yang hanya sedikit melenceng dari yang kita harapkan.

Manusia itu, kadang terlalu sombong untuk melihat apa yang terjadi, "This is me, not you..!" aku adalah aku, kau adalah kau, dan kau bukan urusanku...begitu mungkin yang ada di pikiran manusia. Betapa menyedihkannya punya pikiran seperti itu ya?...parah deh..

Hmm..kenapa aku nulis ini ya? entahlah.. mungkin aku termasuk orang yang kurang bersyukur seperti yang aku tulis itu...semoga Allah membukakan pintu hatiku, dia dan mereka semua...amin..

*) miris lihat makanan terbuang percuma..
....

No comments:

Post a Comment