Friday, October 1, 2010

Menahan Diri

Aku pikir sebaiknya kita tidak membuat keputusan saat hati kita sedang dalam keadaan tidak stabil, yang artinya emosi sedang tinggi. Karena semua akan berakhir berantakan. Memang sih kalau sedang emosi maunya ngomong tapi yang keluar dari mulut kita sudah pasti kata-kata kasar dan tidak ada arahnya, tidak ada kalimat yang benar pastinya.

Malah lebih cenderung jadi sakit hati sendiri jika yang kita marahi malah balik memarahi kita. Dua orang yang sedang emosi, sama seperti dua orang yang sedang membangun gunung berapi, siap untuk meledak kapan pun.


Dari berbagai pengalaman hidup yang aku jalani, hal ini lebih banyak merugikanku dibandingkan menguntungkan. Biasanya aku akan lebih sakit hati dari sebelumnya, yang buntutnya malah bikin pusing berkepanjangan.

Melihat ini semua, seharusnya aku belajar untuk tidak mengambil keputusan saat sedang dilanda amarah. Lebih baik aku diam dulu, menahannya, berpaling sejenak. Kalau dalam hadist bahkan menyuruh kita untuk diam, lalu mengambil wudhu, berdzikir. Cooling down dulu...

Baru setelah semuanya adem, bisa didiskusikan lagi dengan apa yang menjadi sebab sebuah masalah terjadi. Biasanya aku bicara pelan, satu-satu..jika melihat reaksinya tidak terpancing amarah, baru aku lanjutkan lagi. Kita juga harus pandai-pandai melihat situasi, apa dia masih kesal atau tidak. Tundalah jika lawanmu masih terlihat kesal.

Tubuhmu, hatimu, kepalamu, perasaanmu dan pikiranmu adalah milikmu sendiri. Jadi hanya kau sendirilah yang bisa mengontrol itu semua. Jika kau katakan kau akan baik-baik saja, maka semua sel di tubuhmu juga akan berkata sama. Sama seperti sebuah sugesti yang kau tanamkan pada dirimu sendiri.

Menurutku sih begitu, iya ga? Aku masih belajar...belajar untuk menjadi orang yang lebih bisa menahan diri, sabar dan lebih ikhlas...sulit sih..tapi harus..! :-)

*) laporan dari pasar...

....



Send via my LonelySky

No comments:

Post a Comment