Friday, October 29, 2010

Emosi Jiwa


"Fesbukmu deactivated ya, say?" tanya ku pada seorang teman.

"Iya.. stres aku lama-lama di sana..!" katanya dengan nada kesal.

"Stres kenapa?" tanyaku.

"Pusing ngeliatin orang pada sok pamer segala macam, belum lagi maksa minta dikometarin setiap fotonya, belum lagi pusing lihat orang narsis..!" sahutnya sebal.



"Iya sih, di sana emang kelakuan orang aneh-aneh.. belum lihat orang yang berantem, belum lihat suami istri saling serang di sana..." sahutku menimpali.

"Bener, bisa gila kalau aku kelamaan di sana, bawaannya emosi jiwa terus, ga bagus buat perkembangan jiwaku..Jadi untuk sementara aku matiin dulu, recharge jiwa biar sehat dulu, baru ntar masuk lagi dengan hati yang sudah fresh.." sahutnya tersenyum.

"Dunia fesbuk emang bisa bikin kita gila koq, kau tau ga? bahkan status yang berupa nasihat tapi terlalu menggurui juga rasanya bikin sebel..." lanjutku.

"Hahaha...iya bener..!" dia tertawa.

Begitulah percakapanku dengan seorang teman beberapa hari lalu, karena kulihat dia tidak ada di kontak listku jadi kutanya kenapa. Ternyata ini yang terjadi.. kalau aku perhatikan memang seperti itulah dunia perfesbukan, sepertinya semua orang berlomba-lomba untuk narsis, bahkan di salah satu artikel media online, hampir 70% (yen ora salah..) penduduk fesbuk adalah para narsiswan/wati. Bentar-bentar ganti foto, bentar-bentar aplod foto diri. Memang tidak salah sih, cuma ternyata ada juga yang pegel melihatnya.

Untuk beberapa status yang aku anggap berlebihan, kadang aku 'hide' biar status tersebut tidak akan muncul di newsfeedku, karena membacanya saja rasanya ingin melempar orang itu dengan bakiak. Belum lagi beberapa orang yang senang bermain game atau ngikutin qiuz. Tapi ga masalah itu mah, pokoknya aku 'hide' semua yang tidak aku sukai...beres..!

Namun, akhir-akhir ini rasanya ada yang mengganjal juga dalam hati. Ku sapa aja temanku yang beberapa hari lalu stres di fesbuk.

"Say, aku lagi bete ama fesbuk.." kataku padanya.

"Emang fesbuk bikin bete koq, kan aku udah bilang dari kemaren-kemaren...tapi emang bete kenapa? tumben bisa bikin kamu bete." dia balik bertanya.

"Masalahnya bukan karena aku iri dengan semua kemegahan yang mereka pamerkan di sana ataupun soal kenarsisan mereka.. tappiiiii...aku sebel lihat bentar-bentar ada orang hamil...bentar-bentar ada orang melahirkan..bentar-bentar ada yang aplod foto anaknya ...menyebalkan!.." gerutuku.

"Ooo...itu.. yang sabar ya, say.." katanya mengerti.

"Iya sih, cuma suka sebel aja. Kalau udah gitu bawaannya ketus aja aku kalau komen, cuma gara-gara iri doang.." kataku setengah meringis.

"Kemarin aku dengar di radio, ada diskusi soal, bagaimana sikap kita jika kita mempunyai anak gay/lesbi. Kalau inget itu, rasanya aku bersyukur belum punya anak, ngeri soalnya.." cerita temanku yang memang masih single ini.

"Repot juga kalau gitu ya?" timpalku. "Kau tau ga, kemarin ada teman nulis sesuatu yang judulnya 'Doa Untuk Anakku'..langsung aja aku komen begini 'aku belum punya doa untuk anakku...' saat itu moodku sedang tidak baik, makanya aku komen setengah sentimen gitu.." ceritaku lagi.

"Kalau kamu ketus, mendingan jangan buka fesbuk dulu untuk sementara waktu seperti aku ini, tunggu sampai energi positifmu kembali. Ga usah mikirin orang lain, the only thing that matters is your own happiness.." kata temanku menasihati.

"Iya..rasanya aku sekarat kalau buka fesbuk..bawaannya emosi.." ujarku.

"Ya udah, mendingan moto-moto aja yang banyak gih, ga usah dipikirin dunia gila itu.."

Ah, jadi aku curhat dengan temanku itu, memang rasanya sedih kadang melihat hal-hal yang sudah aku tunggu bertahun-tahun, tapi mereka dengan mudah mendapatkannya. Mungkin memang belum waktuku, mungkin Allah sangat sayang padaku hingga tidak ingin membuatku repot dengan buah hati untuk sementara waktu ini. Tapi aku masih berharap Dia bermurah hati memberikannya padaku....

Doain aku ya, prens...! :-)

*) foto Kia, my ponakan.. ♥

.....

2 comments:

  1. Mbak Ay, aku dulu juga sama seperti Mbak Ay, stres liat fesbuk.
    Kemudian aku melakukan sesuatu.
    Jadi kalau di News Feed aku menemukan misalnya si X bikin status yang buatku menyebalkan, aku pencet tanda X di sebelah kanan statusnya. Dengan begitu, status-status si X tidak akan mengganggu news feed kita dan kita pun bisa ber-FB dengan nyaman.
    Tindakan yang sama juga kulakukan kepada teman-teman yang suka nyampah dengan kuis-kuis, atau yang suka tawar-tawarkan barang dagangan.

    ReplyDelete
  2. dear Vicky,

    iya, aku memang sudah melakukan seperti apa yang kamu bilang :) itulah yang aku sebut di 'hide' tadi..

    thx ya sarannya..

    ReplyDelete