Tuesday, November 9, 2010

Asah Lebih Dalam

Di suatu sore yang sejuk, saat awan hitam menggelayut manja di ujung setiap sudut langit yang kemungkinan akan memuntahkan air hujan, ku sapa seorang sahabatku yang cantik di kantornya.

"Say, coba lihat tivi deh, ada acara 'Anak-anak Merah Putih'.. soal pemulung kecil, merinding rasanya...bikin sedih.." tulisku padanya di sudut hape.

"Iyaa...tontonan kayak gitu juga bikin aku menjadi manusia yang ga boros.." sahutnya di tengah-tengah kesibukan kantornya menjawab tulisanku. "Kemarin di Bandung, ada anak masih piyik, perempuan, hujan-hujanan jualan cobek di lampu merah.." sahutnya lagi sambil menampilkan ikon sedih.

"Ya Allah, yang begini ini yang membuat kita selalu mikir ya?..Yaah, nangis deh aku.." lanjutku jadi pilek.

"Baguslah...biar jadi tambah lembut hatinya..." sahutnya. "Tau ga, anak perempuan itu asli masih kecil banget, kemungkinan masih berusia 5 tahun." lanjutnya kembali...

Dunia memang kadang terlihat tidak adil jika kita melihat hal-hal seperti ini, saat aku di rumah bisa melakukan apapun, masih bisa makan dan tidur nyaman. Di sudut bumi yang lain ada kehidupan yang sulit aku bayangkan.

Anak-anak yang seharusnya bermain, malah harus mencari nafkah membantu orangtuanya. Masa kecil mereka terengut oleh kehidupan, walaupun begitu, yang aku lihat di tivi sore tadi, mereka masih mau belajar di sekolah sederhana yang dikelola para relawan. Saat ditanya satu persatu, apa cita-cita mereka, jawabnya hampir sama dengan mereka yang mengecap pendidikan lebih baik dari ini. Ingin jadi dokter, ingin jadi pilot, ingin jadi tentara, ingin jadi satpam.

Berumah kardus dan kayu, beratap papan dengan potongan lembaran-lembaran plastik agar tidak bocor, sepatu tentara penemuan di empang pinggir jalan yang hanya sebelah yang selalu di dekapnya, karena cita-cita nya ingin menjadi tentara. Minum sisa-sisa susu kaleng yang akhirnya membuat sakit perut karena sudah basi....Hhhhh... hidup begitu keras untuk berpasang-pasang mata jernih malaikat kecil..

Pikirkan lagi kemana rizki kita dibelanjakan, pikirkan lagi rasa syukur yang kurang kita panjatkan, pikirkan lagi hati kita yang terkadang keras karena ketidakpedulian.. belajar..belajar.. belajar.. asah hatimu lebih dalam lagi.. semoga kelembutan yang akan kita dapatkan...amin..

Anak itu akhirnya menemukan sepatu tentara sebelahnya lagi, dan selalu memakainya kemana pun dia melangkah, walaupun kebesaran, walaupun lecet karena tanpa kaos kaki...

Semoga Allah selalu mendengar doa hati yang selalu berserah diri dan selalu bersyukur...amin..

Alhamdulillah...

*) foto dari tuan gugel
....

2 comments:

  1. Kenapa ya anak itu kepingin jadi tentara? Cita-cita yang menyedihkan..

    ReplyDelete
  2. memang...
    tapi seorang anak biasanya melihat secara kasat mata, melihat fisiknya..

    baju, sepatu, topi yang keren..
    juga ditakuti semua orang..

    ReplyDelete