Wednesday, November 3, 2010

Kaos Kaki

Dua orang pria sedang asik bercakap-cakap di teras sebuah rumah, pintu garasi tidak tertutup saat itu karena seorang sopir sedang menunggu tuannya bertamu ke rumah temannya itu. Tiba-tiba datang seorang gadis kecil menenteng sebuah tas kain dengan memegang sesuatu di tangannya. Usianya sekitar 8 tahunan, karena garasi tidak tertutup, anak ini bisa langsung masuk ke dalam.

"Pak, beli pak.." katanya kepada dua orang pria tersebut. Tapi mereka cuma melambaikan tangan saja. Anak itu tidak bergeming, dia masih berdiri di sana walaupun kedua pria itu sama sekali tidak memperdulikannya. "Pak, beli ini pak.." sahutnya lagi.

Seorang perempuan terlihat melongok keluar demi dilihatnya seorang anak kecil di dekat garasi. "Ada apa, dek?..." tanyanya menghampiri.

"Ini, bu.." dia mengangkat tangannya memperlihatkan barang yang dipegangnya. Sebuah kaos kaki pria berwarna abu-abu gelap.

Wanita itu merasa tidak membutuhkan kaos kaki saat ini, lalu menawarkan sejumlah uang receh pada gadis itu, tapi ternyata gadis itu menggeleng.

"Saya jual ini, bu.." katanya lagi pelan..sangat pelan..

"Hmm.. berapa harganya?" tanya wanita itu.

"Ada harganya di situ, bu.." dia menunjuk kaos kaki yang sudah berpindah tangan ke wanita itu. Tertera Rp. 13.500,- di sana.

"Kalau sepuluh ribu boleh?" tawar si wanita lagi. Gadis kecil itu menggeleng. "Ya sudahlah.." wanita itu lalu masuk ke rumah, dalam pikirannya, 'jika aku bisa mentraktir beberapa orang teman dengan mudahnya, kenapa tidak hanya menolong seorang gadis yang menjual sebuah kaos kaki..?' sebentar kemudian, gadis itu sudah menerima bayarannya lalu berlari pergi, wanita itu hanya memperhatikannya dari jauh.

Kadang hal yang biasa, bisa sangat luar biasa bagi orang lain. Begitu mudahnya orang memperlakukan sahabatnya, temannya semua orang dekatnya, keluarganya tanpa melihat berapa besar jumlah uang yang harus dikeluarkan, tapi untuk hal mengeluarkan misal seribu saja sangat sulit. Yang parahnya, mereka bukan saja tidak memberi tapi malah lebih sering memaki dan mengusir dengan wajah kesal. Sebuah kesalahan yang berlipat hanya untuk hal yang sudah seharusnya kita lakukan yaitu tidak berderma sesuai anjuran agama maupun hati nurani, memaki dengan seenak hati, dan menampakan wajah kesal.

Kalau mereka mampu seperti kita, tidak mungkin mereka ada di jalan dan berusaha mencari uang hanya untuk menjual ataupun meminta-minta. Bukan salah mereka jika mereka hanya sanggup seperti itu, tapi untuk yang satu ini sepertinya masih lumayan karena masih ada keinginan untuk berusaha dari pada hanya sekedar menengadahkan tangan. Pemerintahan kita memang bobrok karena tidak memperhatikan rakyatnya, sehingga mereka bisa keteter seperti ini. Lalu apa kita juga harus memiliki hati yang bobrok sampai tidak peduli dengan sesama kita? Semoga saja tidak... Alhamdulillah masih banyak orang yang peduli terhadap sesamanya, bisa kita lihat tragedi yang sering terjadi di bumi Indonesia ini, yang paling pertama maju untuk menolong sesama adalah mereka-mereka, rakyat-rakyat juga, bukan pemerintah...

Jadi? berhatilah lembut.. jika kita tidak bisa memberi apapun, janganlah bersikap kasar..bilang maaf, beri senyum.. mudah kan? Jadikanlah hidupmu lebih berarti untuk orang di sekelilingmu...

*) kisah pembelajaran...

.....

6 comments:

  1. gitu dong, gunakan kelembutannya,,,

    ReplyDelete
  2. gunakan hartamu di jalan yang baik.. InsyaAllah.. :)

    makasih sudah mampir tuan Anonym..

    ReplyDelete
  3. makanya kasih tau 2 orang laki yang menghardik gadis itu, lain kali pelan-pelan ngusirnya...

    ReplyDelete
  4. tidak menghardik..cuma dicuekin.. kesian juga anak itu..

    ReplyDelete