Monday, November 8, 2010

Kuda Putih

Entah kenapa jadi ada kuda kayu di samping rumah dekat gardu ya?

Whoalaaahh...ternyata ada yang menyumbangkan kuda ini untuk ditaruh di samping pagar besi yang akan dipasang sebentar lagi, ntah maksudnya apa. Waktu kuda ini dibopong-bopong kemarin pas hari minggu pagi aku cuma ketawa aja ngeliatnya.

"Maksudnya apa sih, Om?" tanyaku pada tetanggaku yang gaul.

"Yaaah, kan keren. Jadi kayak perumahan elit gitu loh, dek..!" dia malah ikutan ketawa.

"Ono-ono wae, kurang gawean.." Aku cuma bisa geleng-geleng melihatnya.

"Ga papa, ntar tempat sampahnya dipindah aja ya? Soalnya ntar di sini mo tak jadiin pot, biar kudanya keliatan tambah oke...hehehe." kata si Om lagi sambil bertanya mau dipindah kemana tempat sampahnya.

Akhirnya aku setuju tempat sampahku dipindah ke belakang, walopun agak susah nantinya kalo abis nyapu halaman mesti muter dulu buang sampah daunnya.

Yang memberi kuda ini adalah tetangga depan rumahku, sepertinya dia adalah kader dari sebuah partai karena di rumahnya ada bendera partai yang berwarna biru, juga lambangnya yang besar di tembok terasnya, plus tidak lupa bendera merah putih yang selalu berkibar di halamannya. Kuda itu ntah beliau dapat darimana, tapi kalo aku perhatikan, sepertinya bekas kuda komedi putar, fisiknya masih bagus walopun catnya sudah banyak yang mengelupas.

Kalo kata tetanggaku yang gaul tadi, lumayan kudanya sebagai tanda perumahan kami, ntar kalo ditanya orang dimana posisi perumahannya tinggal bilang,
"Itulooh...yang ada patung kuda putihnya...!"..

Dasar...

...
Send via my LonelySky

No comments:

Post a Comment