Wednesday, November 3, 2010

Pagi-pagi Pisgor

"Bu.." sapaku pada seorang nenek.

"Oh, si eneng..lama ga keliatan." Ibu itu mengembangkan senyumnya.

"Iya.." kuhampiri dia.

"Pulang kampung ya?" Tanya beliau.

"Ngga koq bu..." aku cuma nyengir.

Ibu itu lalu menghitung berapa yang harus aku bayar untuk cemilan yang dijualnya. Aku memang sudah lama tidak datang untuk membeli di sini, karena di sebelah timurnya ada juga yang berjualan hampir sama dan aku sering membeli di sana karena agak dekat rumah.

Sudah sepuh tapi rajin ibu ini, memang sih dibantu dengan anaknya, tapi kelihatan fisiknya masih kuat. Ntah berapa yang beliau dapat per harinya, tapi jika jam 8 sudah banyak yang habis, itu sudah alhamdulillah.. Semoga selalu diberikan kesehatan ya, bu..

Keluar rumah jam 5.10am..di langit terlihat bulan sabit, mungkin karena sedang jernih jadi kelihatan jelas. Indah seperti biasanya...temanku melihat tidak ya?

Seorang teman menyapa di inbox, dan pagi-pagi malah sudah bercanda dengan temanku yang gila itu. Penyakitnya hampir sama denganku, tidur jam berapapun jam 3 dini hari udah bangun. Apa semua wanita begitu ya?.. Apalagi kalo lagi banyak pikiran... Kalau aku lagi diam aja, temanku pasti bilang gini.. "Kau sedang katrok ya, mpok?".. Yang artinya moodku sedang berceceran. Setelah itu dia mulai menasehati dibumbui cerita soal anaknya yang lucu. Lumayan bisa ketawa.. :-)

Pagi yang indah dengan pisang goreng dan buras..

Pulang ah...

.....
Send via my LonelySky

3 comments:

  1. no pain ..no gain..
    pain coba?..


    *kau siapa sih? ayo jawab!*

    ReplyDelete
  2. pain, jawab gituan...

    ReplyDelete