Tuesday, November 16, 2010

Perbedaan

Dini hari terbangun jam 2 am, aneh juga aku kebangun jam segitu, padahal semalam tidurnya jam 10pm, kan seharusnya aku baru bangun sekitar jam 4, kan? Tau deh nih, suka aneh jadwalnya. Tapi alhamdulillah badanku sudah mendingan setelah kemarin rasanya kepala mau pecah dan badan rasanya demam.

Adikku masih ada di rumah, tapi kondisinya sudah mulai berangsur membaik, dia masih ambil cuti dari kantornya karena sakit ini, walaupun sebentar-sebentar hapenya selalu saja berdering karena orang kantor selalu saja menelponnya. Wong lagi sakit koq masih saja disibukkan ama kerjaan kantor, mosok air galon abis aja sampe nelpon adikku. Emangnya kerja apaan sih adikku? Adikku bilang, di kantor emang semua-semua mengandalkan dirinya, bahkan kerjaan yang seharusnya dikerjakan orang lain terpaksa dia yang ngerjain. Walhasil karena kerjaannya cepat beres dan baik, dia akhirnya seperti jadi memegang semua bidang. Yang bikin repot, disuruh ini dan itu, tapi gaji ga mengikuti apa yang dia lakukan, cuma dapat capeknya doang. Tapi kalo ga dikerjain ya kesian yang lain, katanya...ah serba salah..

Memulai hari dengan secangkir kopi dan cemilan kerupuk, kombinasi yang aneh. Abis cuma ada itu di rumah, pengen ngemil, perut keroncongan. Eh, ada biskuit ding...ntar lah aku makan dikit. Saat ini setelah minum kopi rasanya malah mules terus, makin kosong aja isi perutku karena pup terus...hhhhh.. tak papalahh... setidaknya perutku jadi bersih...sih..sih..

Hari ini beberapa tempat sudah merayakan Idul Adha, dan di dekat rumahku juga sudah ada mesjid yang merayakan lebaran hari ini. Aku tidak mengerti kenapa selalu saja sering terdapat perbedaan dalam melaksanakan hari raya semacam ini. Dari tahun ke tahun selalu saja begitu, padahal ...bukankah lebih baik kalo dilakukan bersama. Untuk peralatan yang canggih milik pemerintah, dan untuk ilmu-ilmu keagamaan yang dimiliki ulama, bukankah seharusnya bersatu untuk menentukan hari yang suci ini?

Kadang aku bingung kenapa para pembesar ini tidak saling membuka diri, memberikan jalan yang terbaik bagi para pengikutnya. Ini mah malah sendiri-sendiri, yang satu kemana yang lain kemana. Membuat bingung orang-orang seperti aku ini. Yahh...walopun kata ustadku, tidak masalah jika muncul suatu perbedaan, yang kita yakini saja kebenarannya itulah yang kita ikuti. Juga ada hadist yang bilang (nek ra salah) bahwa kita harus mengikuti peraturan pemerintah dimana kita tinggal, nek kita tinggal di sini, ya ikutilah ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah, karena mereka yang bertanggungjawab atas semua rakyatnya.

Sutra lah... insyaalloh apa yang aku ikuti ini benar.. tapi, rasanya ingin sekali semua umat muslim bersatu jika ada perayaan lebaran, yang melihat pun jadi tenteram kan? kelihatan solid, kelihatan sakral... tidak terpecah-pecah, kan aneh...seiman tapi berbeda dalam melaksanakan perayaan hari keagamaan..

Apapun itu, buat saudara-saudaraku yang merayakan Idul Adha hari ini, selamat merayakan ya? Jangan kebanyakan makan mbek...ntar kena darah tinggi loh ...! apalagi besok rabunya nyate lagi...hehehe ..dua kali deh... :-)

*) foto jalanan penuh orang parkir sholat Ied..

.........

No comments:

Post a Comment