Tuesday, November 16, 2010

Peduli

Berkunjung ke rumah seorang teman hari minggu kemarin, sebenarnya aku ada undangan nikah, tapi jika kubatalkan bakalan bubar semua acara berkunjung yang lumayan penting ini. Alhamdulillah dapet ijin, dan akhirnya aku sudah meluncur ke Kebon Sirih sekitar jam 12 siang.

Seorang teman melihat temanku Rini disalah satu acara tivi sedang menangis menceritakan kondisi suaminya yang sedang mengidap gagal ginjal. Sebuah keadaan putus asa yang teramat sangat, sampai rasanya sudah tidak sanggup lagi menanggung beban yang begitu berat, sampai sering terbersit untuk mengakhiri hidup. Melihat ini temanku si Kusut (julukan dia karena kalo bicara kocak) mengajak kami untuk berkunjung ke rumahnya. Untuk memberinya semangat, untuk bisa berbagi rasa. Dan akhirnya aku, si Kusut (baju pink) dan seorang teman laki-laki yang mambawa anaknya segera meluncur ke sana. Sayangnya banyak yang berhalangan hadir, jadi cuma kami bertiga yang bisa mengunjungi Rini.

Jalan hidup memang berbeda pada setiap orang, dan untuk Rini, hidup memberinya cobaan yang sangat berat. Suaminya selalu cuci darah seminggu 3 kali, tapi sudah beberapa bulan ini menjadi 2 kali dalam seminggu. Dan ini berlangsung selama 7 tahun berjalan, sedangkan dia juga harus menafkahi dua anak perempuannya yang sudah menjelang dewasa. Saat ini suaminya kerja serabutan karena kondisinya tidak memungkinkan, dan Rini sendiri hanya menjual makanan kering saja. Sangat miris memang...

Melihat ada kehidupan seperti ini, membuat kita berfikir bahwa hidup yang kita jalani sekarang ini adalah sangat sangat lebih baik dari kehidupannya. Tapi kadang kita lupa untuk selalu bersyukur, memandang remeh sesuatu yang sebenarnya sulit untuk didapatkan seseorang seperti Rini. Tapi dengan selalu berkaca ke bawah, melihat bahwa tidak semua orang itu mampu, kita jadi bisa selalu belajar untuk berempati dengan orang lain.

Satu hal yang aku syukuri adalah, aku mempunyai banyak teman yang sangat peduli dengan keadaan sekelilingnya ataupun keadaan teman sendiri. Salah satunya si Kusut ini, seorang wanita yang bercita-cita ingin tinggal di desa serta membangun sekolah bagi anak-anak yatim piatu, dan dia akan berada di sana untuk mengajar dan menemani para anak-anak itu sampai mereka mandiri, begitu dia bilang padaku.

Ah, ya Allah, alhamdulillah aku tercemplung di dunia yang masih ingat untuk selalu berbagi dengan sesama, bukan dunia yang hingar bingar dengan dunia malam, bukan dunia yang hanya selalu bersenang-senang, bukan dunia yang mudah meremehkan orang lain, aku beruntung dikelilingi teman-temanku ini.

Terkadang Allah memberi jalan yang aneh pada setiap orang, seorang yang hidupnya kacau dan kadang tidak sehat dengan merokok dan makan sembarangan, malah terlihat lebih sehat dibandingkan orang lain dengan kehidupan sebaliknya.Yang lebih hati-hati malah penyakitnya lebih banyak. Tapi mungkin ada hikmah dibalik semua itu, jika kita mengalaminya, maka kita akan tahu dengan sendirinya. But...tidak ada salahnya untuk selalu mengikuti pola hidup sehat, apapun boleh asal tidak berlebihan...intinya sih itu saja.

Insyaalloh...

*)hari minggu itu ingin menelpon seorang sahabat, tapi malah lupa..karena aku sibuk mengurusi donasi teman-teman lain...setelah itu malah tidak melihat hape sama sekali, sampai ada pesan dari misoa juga aku tidak baca... Hib, maaf ya?

......

No comments:

Post a Comment