Saturday, November 6, 2010

Reading Membaca

Mengajarkan seorang anak untuk menyukai membaca sejak kecil itu hukumnya wajib. Semua informasi bisa kita dapat dengan membaca. Tapi mulailah dengan kesukaannya dahulu, jika si anak menyukai komik, atau majalah anak-anak ya biarkan saja, setidaknya mereka sudah menyenangi membaca. Menyuruhnya untuk sesekali membaca koran tidak apa-apa, asal jangan dipaksa, anak-anak punya pikiran sendiri. Aku pernah mendengar kisah, ada seorang anak SD dipaksa baca koran oleh ayahnya, jika tidak membacanya sampai habis maka ia akan dimarahi habis-habisan, udah gitu kalo pun dibaca pasti akan ditanya isi koran hari ini beritanya apa. Bukannya malah jadi baik, si anak jadi malah merasa tertekan.

Suatu saat anak-anak akan beranjak remaja dan mereka akan membutuhkan informasi sendiri, semakin besar semakin banyak rasa ingin tahunya. Jika dari kecil sudah menyenangi membaca, kemungkinan tidak akan sulit untuk mulai beralih membaca koran. Tapi jaman sekarang ini, bukan hanya dari koran saja sih informasi bisa di dapat dimana pun. Ada televisi, ada internet, dari hape juga bisa. Iparku yang seorang guru bahkan menggunakan hapenya jika ada seorang murid yang bertanya tapi dia tidak tahu jawabannya, brosing sebentar, lalu tinggal jawab. Intinya sih bagaimana si anak enjoy dengan apa yang dia baca.

Aku sebenarnya orang yang standar saja, senang membaca tapi yang tidak berat. Hanya sebatas novel biasa yang isinya tidak terlalu berat. Aku punya kecenderungan untuk tidak membaca novel yang njelimet, karena aku pikir hidupku saja sudah njelimet, masa harus ditambah baca novel yang bikin otak capek? Jadi lebih baik aku memilih komik saja yang lebih banyak gambarnya, karena bisa dibilang aku orang visual, lebih cenderung senang melihat daripada harus panteng ke deretan huruf atau angka. Sedangkan untuk informasi mudah saja, aku tinggal setel tipi atau nyalain radio, dan semuanya ada di sana. Makanya aku tidak berlangganan koran sama sekali, lha semuanya sudah ada di kotak item itu sih..

Saat ini aku lagi agak mumet karena sedang membaca sebuah buku user's manual kamera, masih mending kalo yang kita baca adalah percakapan sehari-hari seperti novel walopun dalam bahasa Inggris. Yaahh...walopun aku juga suka sakit kepala kalo baca novel yang berbahasa Inggris, bakalan lama banget tamatnya, apalagi vocabku minim banget, jadi kayak gagap rasanya. Nah, apalagi manual ini, isinya teknis semua, bikin kepala rasanya mo pecah. Total halamannya sekitar 400 halaman, dan aku baru baca quick guide-nya aja. Kapan selesainya aku juga ga tau...pokoknya kalo ada masalah baru baca biasanya...hehehe..

Tapi anehnya, kalo soal perhapean, ga usah baca manual juga sebentar bisa ngerti, kenapa ya? Dan anehnya lagi, setingannya harus dalam bahasa Inggris, kalo diseting dalam bahasa Indonesia malah kepalaku senut-senut... suka beda arti rasanya. Misal 'browser' menjadi 'jelajah'..atau "setting' jadi 'aturan' ...dan banyak lagi yang aneh. Bukan bermaksud sombong, tapi mungkin ini karena sudah terbiasa menggunakan setingan berbahasa Inggris makanya pas diubah ke dalam bahasa Indonesia jadi bingung, pun begitu juga sebaliknya. Yang biasa pake setingan Indonesia akan mumet kalo diubah jadi bahasa Inggris.

Wis ah...tak lanjut baca buku manual dulu, ntah ngerti atau ngga itu belakangan. Atau ntah nantinya aku malah ketiduran pas bacanya gimana?...yaaaah itu mah halangaann...!

Semprul....

Send via my LonelySky

No comments:

Post a Comment