Tuesday, November 16, 2010

Sedang Sibuk

Mengerjakan sesuatu, mengurusi sesuatu kadang menyita waktu, membuatmu fokus sampai lupa akan hal lain. Tapi lupa bukan berarti melupakan, sibuk juga bukan berarti melupakan.

Aku minggu kemarin sibuk mengurusi sesuatu sampai lupa mengabari seorang sahabat, mungkin dia menungguku mengabarinya, sampai lelah..sampai kesal. Dan mungkin dia menganggap aku berubah saat berada di luar, karena lupa padanya. Entah maksudnya berubah apa, jika kita berada di lingkungan berbeda, kita menyesuaikan diri dengan lingkungan itu. Jika kita bersama teman sedang bicara apapun, kita ikut di sana untuk tertawa, menangis, berbagi kisah. Jika kita bersama bos besar, kita ada di sana untuk menyimak perkataannya ataupun memberi masukan untuk perusahaan. Pun jika bersama keluarga, kita ada di sana untuk berperan sebagai salah seorang anggota keluarga. Manusia berperan sesuai lingkungannya, tanpa merubah apa yang ada di dalam dirinya.


Aku, hanya wanita biasa yang saat itu berperan sebagai seorang teman yang berusaha sebisa mungkin membantu temannya yang lain, walopun tidak seberapa. Mendengar keluh kesah dari seorang teman, ikut prihatin, ikut berempati, berusaha membangkitkan semangat seorang teman. Aku berusaha fokus dengan semua perkataannya, karena jika aku memikir yang lain wajahku pasti ikut aneh, apalagi kalo mikir Osaka, aku pasti langsung bengong.

Pulangnya, aku merasa bersalah telah lalai mengabari sahabatku dan akhirnya aku mengirim pesan, tapi sayang...mungkin karena kesal dia mendiamkan aku seharian esok harinya...ketika aku pm, dia hanya membacanya tanpa berkomentar apapun, eh ga ding, dia komentar tapi awalnya saja..selebihnya dia cuma baca tanpa mengomentarinya. Padahal dia mengomentari orang lain, tapi koq ke aku tidak? .. saat aku komplen, baru dia komentar.. dan bilang, aku berubah kalo di luar rumah...

Sepertinya dia masih kesal padaku, tapi sudahlah.. hari ini aku tidak akan mengganggu kesibukannya di kantor, tidak baik jika aku membawa aura negatif dalam pikirannya dengan semua ocehanku yang tidak penting. Jika waktunya sudah luang, dan hatinya sudah tidak kesal lagi, baru aku akan mengajaknya bercanda dan ngobrol lagi.

Hujan sudah berhenti...tapi langit masih mendung...
apa langit mengerti apa yang aku rasakan ya?

............

No comments:

Post a Comment