Wednesday, November 10, 2010

Senyum Si Sakit

"Keluarga ibu T?" Sebuah suara memanggilku yang sedang asik menulis dihape. Aku langsung berdiri mendekati suster itu, ternyata adikku sudah keluar. Wajahnya lemas dengan mata terlihat masih ngantuk, mungkin karena efek obat bius. Tapi dia sadar aku datang, dan tersenyum tanpa suara.

Lalu tempat tidur dorong itu (apa sih bahasa kerennya?) di geret sampe kamarnya di lantai 3, lalu dia dipindahkan. Wajahnya keliatan mringis menahan rasa sakit. Dan dia kehausan karena sejak 12 malam tidak makan dan minum. Tapi belum boleh untuk menenggak apapun.


Sedikit demi sedikit efek obat biusnya mulai berkurang, bicaranya mulai lancar, dan mulai bercerita apapun. Tapi jika sedang tertawa pasti dia menutup mulutnya, karena guncangan yang terjadi bisa membuat bekas jahitannya sakit. Jadinya cuma bisa mesem saat kuceritakan soal kuda putih itu.

Dia selalu mengeluh perih dengan bekas jahitannya, iyalah..namanya juga abis operasi, pasti sakit. Kusuruh aja dia istirahat, tapi sekarang dia kebingungan karena pengen pipis..hihihi... Salahnya ga minta pasang kateter, kan tinggal tiduran aja ga perlu jalan ke kamar mandi. Akhirnya dia menahannya dulu...hhhh..pedessss..

Ah, akhirnya lohor juga, betapa lamanya waktu berjalan di rumah sakit ini... Yuk ah! Doain biar adikku cepet sembuh ya? :) makasih....

.....
Send via my LonelySky

No comments:

Post a Comment