Monday, December 13, 2010

Roti Bun

Menikmati secangkir teh hangat dengan roti bun rasa kopi yang aku beli di rumah sakit tadi siang, sambil membaca beberapa tulisan teman di inet sore ini. Perutku bunyi terus sejak bangun tidur siang, aku ga lapar padahal, jadi ku sumpal saja dengan roti ini. Lumayan bisa menghangatkan perut...

Sore yang agak mendung saat aku bersantai dengan roti bunku, tadinya sih berharap langit akan mencurahkan butiran beningnya, tapi ternyata tidak, sampai aku menyapa seorang teman malam ini, hujan belum juga turun.

Oya, aku mengenal roti bun ini karena seorang teman pernah mengajakku untuk membelinya, dia bilang enak, dan masih empuk untuk 2 hari ke depan. Rasanya pun hanya satu biasanya, rasa kopi. Bentuknya juga sederhana seperti bakpao, hanya lebih besar dan berwarna coklat tua. Roti ini tidak ada isinya, cuma rasa manis dan sedikit lapisan karamel rasa kopi di lapisan luarnya. Waktu itu kalo ga salah nama tokonya Roti Boy, dan toko ini hanya menjual satu jenis roti, ya roti bun itu. Tapi ramai sekali pembelinya.

Sekarang ini, kalo liat roti bun aku pasti memilih roti itu dibandingkan roti lain yang banyak variasinya, karena rasa manisnya sedang dan empuk. Paling enak sih dinikmati dengan secangkir kopi setengah pahit hangat. Mantap banget tuh..

Waktu aku beli tadi siang di rumah sakit, ada bonus satu roti untuk pembelian tiga roti, jadinya aku mendapat empat roti tadi. Sekarang ini rumah sakit dekat rumahku itu terlihat agak modern, karena baru renovasi. Di bagian farmasi ada toko rotinya, tadinya cuma bangku-bangku besi saja yang berjejer di sana. Yahh...tapi tetap saja rumah sakit, sebagus-bagusnya juga orang ogah disuruh ke sana termasuk aku.

Terpaksa...terpaksa..

Roti bun tinggal tiga.. ada yang mau? :-)

.... 
Send via my LonelySky

2 comments:

  1. aku, kafi n bapak sukaaaa bangetttt...tapi maemnya harus pake mokacino...!! maknyusss dah !

    ReplyDelete
  2. memang enyaaaakkkkk....!

    ReplyDelete