Tuesday, December 14, 2010

Maem Pepaya

Sudah beberapa hari ini aku mengkonsumsi buah yang namanya pepaya. Maksudnya sih biar perutku adem, karena aku sedang dilarang makan-makanan atau sesuatu yang kecut. Jadi pilihannya jatuh ke pepaya ini, boleh sih makan pisang sama alpukat, tapi pisangnya wis ntek, dan alpukatnya masih keras.

Buah segede alaihim gambreng itu aku makan sendiri seperti ngemil kerupuk (yang sementara ini kerupuk aku stop dulu karena keras), rasanya perutku jadi kembung air. Sama juga aku minum kayaknya nih.. :-)

Terakhir aku beli pepaya di sebuah market, aku ga taulah jenisnya apa, asal ambil aja. Di buahnya tertulis, "akan matang sempurna jika kulitnya sudah berwarna kuning rata", dan saat aku beli masih agak hijau dikit, setelah kuning rata baru aku kupas. Rasanya renyah, agak lebih keras dari pepaya biasa, kalo soal manis kayaknya malah lebih manis beli di pasar deh. Cuma ini lumayan enak juga.

Pepaya California yang lonjong (kiri)
Karena penasaran aku brosing aja, ternyata namanya pepaya California, secara fisik memang berbeda dengan pepaya lokal  yang cenderung membesar sebagian. Pepaya California ini bentuknya lonjong rata dan lebih kecil, kulitnya juga mulus dan agak tebal. Menurut gugel sih berasal dari daerah Amerika Tengah dan Karibia, tapi dapat tumbuh subur tanpa mengenal musim di Indonesia.

Aku baru saja menghabiskan setengah pepaya ini, ntar dilanjut lagi kalo udah makan deh.. tapi aku kangen makan juice sirsaaaakkk...! pengen makan yang kecut-kecuuuttt....hiiihh! jadi pengen rujak deh.... hiks... :(

Eniwei...aku koq jadi merasa kayak burung beo ya?

More about Pepaya California here....!

.....

No comments:

Post a Comment