Friday, January 7, 2011

Bagelen

Dulu sewaktu masih sekolah, ibuku sering menyediakan roti yang dibakar pakai toaster, semacam alat untuk memanggang roti, biasanya berbentuk box. Roti akan dimasukan ke sana, lalu panelnya ditekan ke bawah, menunggu kira-kira 3 menitan, dan "Ting..!" roti akan keluar sendiri dan sudah dalam keadaan kering.

Biasanya sebelum dimasukan sudah dibalur mentega, nanti setelah jadi (kering) baru bisa menambahkan selai. Kalo dipikir-pikir jadi mirip roti Bagelen, awalnya roti ini hanya berbentuk seperti bun (burger) tapi sekarang sudah beragam. Dari yang lonjong, oval, bentuk stik semuanya ada. Tapi dalam otakku, yang namanya bagelen ya yang bundar seperti burger itu, dan hanya berlapis mentega dan gula halus di tengahnya.

Sejak sakit kemarin, karena kebanyakan ngemil sampai aku bosan dan bingung mau ngemil apalagi, akhirnya pas nemu roti ini jadi suka ngemil roti bagelen. Kalo kata misoa namanya 'roti rontok', soalnya pas dimakan serpihan jatuh kemana-mana. Aku saja kalo makan sering nadahin pakai pisin kecil (piring kecil) biar rontokan rotinya tidak jatuh ke lantai, bisa repot kalo banyak semut.

Awalnya aku menyangka roti bagelen ini berasal dari luar Indonesia, tapi ternyata Bagelen malah berasal dari sini, yang mana itu adalah nama sebuah daerah di Purworejo, Jawa Tengah. Tapi, kemudian, nama itu ngetop menjadi nama sebuah jenis roti kering. Sebabnya, tentu saja, karena dulu di Bagelen banyak perajin roti kering. Mereka menyebutnya roti "adu maning" karena bentuknya seperti roti burger.

Kalo bosen dengan roti yang biasa, bisa bikin sendiri menggunakan oven. Enak loh...!

:-)
......

7 comments: