Tuesday, January 4, 2011

Cabe Merahku

Sejak aku sakit sepertinya hampir dua bulan ini, aku sudah tidak pernah mengutak-atik halamanku, semuanya kotor dan penuh sampah daun. Terutama sampah daun pohon sawo, tapi pada saat bojoku membabatnya, sampah daun itu berkurang banyak. Jadi tidak terlalu kotor, paling hanya debu yang menutupi garasi.

Apalagi halaman dalam rumah, trotoar depan rumah pun sama sekali tidak dapat ke sentuh, daun pohon ketapang sudah menimbun di sana. Trotoar yang tidak berkonblok itu penuh dengan rumput dan tanaman liar. Saat aku pulang jalan di pagi ini, kuperhatikan saja trotoar yang tidak berbentuk itu, semua permukaan tanahnya sudah terutup rumput dan tumbuhan liar. Tapi sesaat akan beranjak, eh aku malah melihat sesuatu berwarna merah. Kuperhatikan, lha ini kan cabe merah besar..?! sejak kapan ada di sini ya..? apalagi aku kan tidak pernah menanamnya..

Musim hujan yang selalu datang selama tahun 2010 kemarin ternyata membuat trotoarku menjadi subur, biasanya akan kering kerontang saat musim kemarau tiba, tapi tidak kali ini. Mungkin ada seorang tukang sayur yang melempar sisa cabe busuk ke sana, dan akhirnya malah tumbuh subur diantara rumput liar. Asli aku kagum liatnya.. sementara selama ini aku nanam cabe selalu gagal, selalu mati dan selalu dikerumuni kutu putih, sampai aku lelah memberinya anti hama dan pupuk tapi tidak pernah berkembang baik. Yang ada saking kesalnya aku cabut saja pohon cabe itu, abis ancur sih. Tapi ujug-ujug malah nemu pohon cabe besar yang subur di depan rumah, seneng banget... :D

Hari ini akhirnya aku panen cabe merah besar tiga biji, tadinya mau aku biarkan saja, tapi nanti malah busuk kan sayang. Jadi aku petik saja, masih ada beberapa cabe lagi yang masih berwarna hijau, menggelantung di sana dengan gagah...duh, bahasaku.. hihihihi.. semoga saja pohon cabe merah ini akan bertahan lama, tanpa ada orang yang mengijaknya. Di sana juga tumbuh pohon pepaya kecil..  Lain kali aku akan melempar biji apapun di sana biar tumbuh, terutama saat musim hujan seperti sekarang ini. Asiiikk...!


Sent from my Lonely Sky

2 comments: