Saturday, January 29, 2011

Perginya Sahabat

Mempunyai sahabat dekat adalah anugrah yang tidak terhingga, kau bisa mencurahkan isi hatimu padanya tanpa ragu. Kisah apapun akan dia dengar, dia akan tertawa saat kita bercerita lucu, dan akan ikut bersedih saat kita terluka. Meminjamkan pundaknya saat kita menangis.

Dulu aku punya sahabat seperti ini, tapi kemudian dia mulai bertemu dengan orang lain, dan sudah tidak mau lagi mendengarkan apa yang aku rasakan, jika aku minta nasihat dia diam saja, dan saat aku bersedih dia juga diam saja. Rasanya sedih banget aku, sampai nangis terus...

Tapi kemudian aku sadari, setiap manusia berubah, beberapa mungkin akan bilang mereka tidak berubah, tapi tidak demikian. Bertemu orang yang lebih menarik untuk diajak bicara lagi, dan dia akan mulai melupakan kita. Aku merasakan ini dengan sahabatku itu, aku kehilangan dirinya...

Kalau saja tidak ada seseorang yang menyapaku malam ini, dan membuat ketegaran baru, mungkin aku akan benar-benar merasa sendirian. Kalian tau kan betapa sulitnya mencari sahabat untuk berbagi..? yang bisa dipercaya dan membuatmu tertawa... dan aku kehilangan semua itu, aku seperti terkhianati..

Tapi tidak papa, jika aku bisa berlari sendiri dengan sebelah hati, maka aku akan tetap berlari dengan sebelah hatiku itu. Saatnya bangkit mengusir semua kesedihan, membalut hati yang luka, menghentikan semua air mata yang terus saja jatuh...

Semoga aku bisa tetap berlari kencang mengejar sebuah ketegaran..

God, please help me...

PS :
semoga selalu diberikan kesehatan dan kebahagiaan, hib.. jaga diri baik-baik..

........

4 comments:

  1. ...hilang satu ndak papa mpok, kan masih ada temen2 yang lain yang mau jadi sahabat mu, sapa sih yang ga mau jadi sahabatmu...bodoh aja tuh orang ! :))

    ReplyDelete
  2. Rawins :
    kucing temen betelor di situ...

    Ano :
    kadal koq...

    Iok :
    tepat curhat soalnya...hiks, jadi sedih karena ga ada tempat curhat lagi... :-(
    thx say... :-)

    ReplyDelete