Sunday, January 9, 2011

Sampah

Walaupun dipasang plang ini di berbagai tempat, tetap saja yang namanya kotoran/sampah ada di mana-mana. Entah mereka sebenarnya bisa membaca atau tidak ga tau deh, palingan juga cuek. Alasannya, tempat sampah jauh, males mikir, bego...sorry agak sebel soalnya.

Tapi memang perilaku menjaga kebersihan ini sebenarnya harus dicanangkan sejak kecil, karena anak kecil mudah sekali meniru tingkah laku orangtuanya. Mereka melihat, lalu meniru. Mudah sebenarnya mengajari anak-anak seperti itu, kita bahkan tidak perlu menyuruh mereka memasukan sampah di tempat sampah, cukup kita berjalan dihadapan mereka, menunjukkan caranya, dan semuanya akan terekam dalam ingatan sang anak.

Kenapa kota kita sering kebanjiran juga inilah sebabnya, membuang sampah tidak pada tempatnya, main lempar sembarang, ke got, ke kali/sungai, ke jalanan, yang ada semuanya jadi mampet dan menimbun, lalu? Banjir deh.. sebenarnya, mau nyalahin pemerintah juga ga bener, lha wong yang bikin masalah ya kita-kita juga.

Adikku pernah cerita, saat dia naik angkot, ada seorang ibu berkerudung duduk dihadapannya. Beliau membawa plastik besar berwarna hitam, lalu ketika angkot itu berhenti di dekat kali, ibu itu dengan santainya melempar plastik hitam tadi ke arah kali tanpa rasa bersalah, ternyata  yang dibawa itu adalah sampah. Adikku antara heran dan kesal melihatnya langsung menegur ibu itu.

"Maaf bu, tapi itu kan kali/sungai, kenapa melempar sampah ke sana?"

"Ga papa..." jawab ibu itu cuek.

"Tapi kan nanti bisa banjir, bu..itu sungai loh bu, bukan tempat sampah..!" sahut adikku.

Ibu itu diam saja tidak menyahut, akhirnya adikku ikutan diam tapi dongkol, karena sampai rumah dia masih bercerita hal tersebut padaku dengan kesal. Rasa memiliki bumi ternyata sangat tipis dalam masyarakat kita. Tidak berfikir bahwa untuk tinggal di bumi, kita juga harus ikut menjaga bumi, bukan malah merusaknya. Jika kemudian bumi marah, tentu saja sudah sepantasnya, lah penduduknya aja seperti itu?

Coba deh, kita sadar diri, ga sulit koq menerapkan disiplin yang mudah ini. Kalau misalnya tempat sampah agak jauh, ya anggap saja olahraga, berjalan sebentar kan ga masalah. Lalu kalau kita sedang jalan-jalan dan di sana tidak ada tempat sampah, ya bawa pulang saja dan buang di rumah, atau jika menemukan tempat sampah saat diperjalanan ya bisa buang di sana. Tapi aku pikir, dimana pun pasti ada tempat sampah, tinggal kitanya aja, males apa ngga, peduli apa ngga..?

Sekarang tinggal menerapkan disiplin buang puntung rokok para pria yang datang di rumahku, termasuk misoa, buat buang puntung rokok di tempat sampah...Mosok main lempar ke halaman.. menyebalkan ah.. :(

Kebersihan itu sebagian daripada iman.. ngerti kan?

.....

No comments:

Post a Comment