Saturday, January 29, 2011

Timbangan

Timbangan ini berumur sekitar 6-7 tahun kira-kira, sudah lama dan warna kacanya juga sudah kumel. Kacanya pun sudah pecah tertimpa sesuatu, aku lupa apa. Tapi timbangan ini andalan saat aku merasa sedang doyan makan, ataupun saat aku malas makan. Berat idealku seperti yang tertera di tabel di bawah kaca angka itu adalah 51-57kg, dan ini menjadi patokanku untuk mengetahui apakah beratku masih dalam batas normal atau berlebih.

Saat aku pernah kena tifus, dan dokter memberikan obat penambah nafsu makan. Makanku tidak terkontrol hingga beratku mencapai 58kg, ini adalah rekorku paling tinggi selama hidup.
Aku kaget pas setelah sakit koq malah jadi gemuk, mungkin efek obat tadi. Pantas saja rasanya badanku berat, celana jeans rasanya sesak, pipiku chubby sekali. Yang paling tidak enak adalah gerakan jadi terasa lamban, seperti slow motion. Jadi cepat lelah dan banyak sekali berkeringat.

Detik itu juga setelah sembuh dari sakit aku pun langsung mengurangi makanku, atau puasa agar beratku bisa turun. Dalam waktu dua bulan beratku sudah normal lagi, yaitu sekitar 53-54kg. Lalu kemudian rekor terkurusku adalah 50kg, ini terjadi sebelum memasuki bulan puasa tahun 2010 kemarin. Banyak pikiran, dan aku malas makan, jadinya beratku seperti terjun payung. Kata ayahku tulang bahuku semakin keras saja rasanya, mungkin karena makin kelihatan menonjol. Yang paling terlihat saat perubahan berat badan ini adalah, tulang pipi yang semakin jelas, perut kempes, paha mengecil. Rasanya semua baju jadi serba kedodoran, aku bahkan masih bisa memakai celana panjang saat masih kuliah dulu. Dan yang paling penting, aku jadi lebih gesit.

Kesalahanku saat beratku menyusut itu adalah, aku kemudian makan tidak teratur, minum kopi saat perutku kosong, walhasil aku kena maag akut seperti dua bulan yang lalu itu. Parah banget sampai aku tidak bisa bangun. Seharusnya bisa kuhindari dengan tidak minum kopi saat perutku kosong, tapi ya aku ngeyel jadinya gitu deh. Akhinya aku tepar, lalu aku makan banyak lagi hingga sekarang beratku 54kg.

Timbangan yang setia ini juga selalu jadi rebutan para emak-emak (temanku) yang berkunjung ke rumah. Mereka yang tidak punya timbangan di rumah menjadikan timbanganku patokan untuk berat tubuh mereka. Kalo kegemukan mereka tereak-tereak.."Ngaco nih timbangan..!" nah, giliran sesuai dengan keinginan mereka akan bilang, "Ssiiiipp...!" padahal timbangannya yo podo wae kui... ga ada yang berubah... :-)

Sayangnya, timbanganku ini mulai agak rusak kayaknya. Jarumnya sering tidak tepat di titik nol, harus di set dulu setiap mau nimbang. Mungkin dia sudah lelah menahan tubuh setiap orang, bahkan suami pernah iseng menimbang tabung gas di sana...gimana ga rusak..? kesian banget timbangannya. Mungkin aku akan mencari timbangan baru nanti, yang ini mau dipensiunkan saja kali ya... atau buat tatakan tabung gas, atau buat tiduran kucing kampung juga bisa.

Hmm..rasa-rasanya beratku juga turun lagi nih, kerasa banget kalo lagi banyak pikiran berat langsung turun drastis... ya iyalah...ga doyan makan gimana mau stabil..?

Payah...

................

No comments:

Post a Comment