Tuesday, February 22, 2011

13 - Tiga Belas

Walaupun hanya ada dua isi kepala dalam satu rumah, konflik kadang sering terjadi, ada perbedaan pendapat, ada emosi, ada berbagai rasa. Apalagi jika satu rumah isinya lebih dari itu, misalnya 13 orang. Berarti ada 13 suara dengan segala keruwetan di dalamnya.

Tadi pagi saat aku sedang melantai, seorang teman curhat, dia sedang kesal dengan keadaan rumahnya, ibu dan menantu perempuannya sedang ada konflik, hingga membuat keadaan rumah menjadi panas. Yang aku tahu memang rumahnya berisi 13 orang terdiri dari ibu, dan anak-anaknya, juga ada cucu dan menantunya, belum lagi rewangnya. Pokoknya rumahnya kayak pasar setiap hari rame banget.

Yang menjadi masalah adalah hubungan ibu dan iparnya itu, mereka katanya selalu adu mulut. Sebenarnya aneh, seorang menantu, apalagi menantu perempuan, seharusnya bisa mengambil hati ibu mertuanya, bukannya malah adu mulut dengan beliau. Apalagi bila menantunya ini tinggal di rumah mertuanya. Kan harusnya bisa menjaga hati mertuanya tanpa harus selalu menjawab apa yang dikeluhkan mertua perempuannya ini. Orangtua itu mudah koq penanganannya, dengarkan saja mereka, tidak perlu membantah apapun yang mereka katakan, katakan 'iya' dan selalu pasang senyum.  Dengan hanya mendengarkan saja orangtua akan senang, kalian kan ngerti sendiri, makin berumur orang akan makin ga mau mengalah, ingin didengar, ingin diperhatikan, seperti kembali ke usia kanak-kanak.

Memang sih kadang ada perbedaan pendapat, tapi janganlah selalu menyahut dengan apa yang orangtua katakan, sopanlah dengan mereka. Mertua itu sama dengan orangtua sendiri, harus dihormati dan didengar. Semakin kita nyahut dan membantah, semakin kesal lah mereka.

Aku belum pernah tinggal lama dengan mertuaku, hanya sebentar, paling lama 3 minggu. Yang aku rasakan adalah ketidakbetahan, karena apa..? karena aku tidak terbiasa berada di rumah mertua, karena bingung mau ngapain, takut salah ucap, takut salah bersikap. Aku sangat menjaga sikapku saat berada di sana. Untungnya mertua orangnya santai, pun semua penghuni di sana sigap-sigap semua, pekerjaan rumah dilakukan dengan gotong royong. Hanya saja tetap aku merasa bingung jika berada di sana.

Membayangkan kehidupan satu atap berisi 13 orang pasti lebih memusingkan. Jadi inget mertuaku pernah marah-marah karena pusing dengan ponakannya yang nakal, sedangkan ibu dan ayah anak itu sedang bekerja. Beliau sampai bilang tobat mengurusi ponakannya yang satu itu. Ya aku ngerti sih, anak itu memang nakal dan ibu mertuaku sudah tua, fisiknya sudah tidak memungkinkan untuk mengurusi bocah yang hiperaktif itu. Jadinya beliau kecapean sendiri, alhasil marah-marah deh. Sampe pernah bilang ingin kabur ke Jakarta saking kesalnya karena sering dititipi bocah nakal itu...hihihi.. :P

Ya, say...sabar aja deh. Semoga nyokap ga marah-marah terus, kesian udah tua masa marah-marah terus, ntar bisa stres.. trus semoga iparmu bisa lebih toleran dengan orangtua, lebih sopan, namanya orangtua itu harus dihormati, bukan dibentak-bentak.. Dan semoga rewangnya ga jadi resign ya?..hehehe... rewangnya ini ternyata juga sebal melihat kelakuan kakak ipar temanku, hingga ga betah dan pengen keluar..

13 kepala, 13 pikiran, 13 kemauan, 13 angka sial kah..?

:-)

4 comments: