Sunday, February 20, 2011

Kelembutan Bayi

Anak-anak cenderung mempunyai sikap yang beragam, ada yang pendiam, aktif atau pun agresif. Ada yang bisa bergaul dengan mudah diantara teman-temannya, ada yang hanya duduk saja di kelas berdiam diri dan hanya membaca komik sendirian, ada pula yang bossy dan mudah sekali mengitimidasi anak lain, terutama yang fisiknya lebih kecil dari dirinya.

Ragam sikap anak ini terkadang mereka bawa dari rumah, bagaimana orangtua bersikap, bagaimana pula anaknya bersikap, karena pelajaran utama seorang anak dimulai ketika mereka baru bangun tidur adalah melihat orangtua.
Aku punya seorang ponakan, seorang anak laki-laki dengan usia sekitar 8 tahun, sikapnya sembarangan dan terkadang kata-katanya kasar. Aku mulai memperhatikan sikap anak ini semenjak dia mulai bisa berjalan dan berbicara. Dimulai dari seringnya si anak ditinggal tanpa pengawasan, tidak ada yang melarangnya pipis dimanapun, jadi dia sering pipis di sembarang tempat, bahkan dari pintu depan dia bisa saja berdiri di sana dan cuuurr... pipislah dia di sana. Hal yang lain adalah kata-katanya yang lumayan kasar (cenderung tidak sopan) mengikuti gaya orangtuanya bicara. Aku maklum sih, karena kedua orangtuanya bekerja, jadi tidak ada yang mengajarinya bicara, mengawasinya dan berprilaku sopan. Tapi untunglah anak ini masih sayang dengan adiknya.. :-)

Di sore yang mendung, saat langitku sepi, NHK ku setel. Ada kisah seorang guru SD di sana yang sedang menerapkan bagaimana mendidik seorang anak dengan sifat yang beragam. Terutama untuk anak yang pemalu, pendiam atau agresif menyerang. Guru pria yang sudah keliatan berumur ini kemudian mengundang sekelompok ibu-ibu yang diharuskan datang dengan membawa bayi mereka. Lalu anak-anak SD tadi dibiarkan berinteraksi dengan para bayi tersebut. Para ibu ini didatangkan sebulan sekali untuk terapi anak-anak SD ini, dan hasilnya sungguh menakjubkan. Murid yang biasanya pemalu mulai terlihat membuka diri, sedangkan yang pendiam sudah terlihat mau bicara dan tersenyum, dan yang agresif mulai memperlihatkan sisi lembutnya.

Semua terjadi hanya karena berinteraksi dengan seorang bayi. Bayi yang lembut, yang harus dituntun dan dijaga, yang bisa menangis tiba-tiba, yang bisa tersenyum hanya dengan guyonan sederhana. Dan murid-murid SD ini diharuskan menebak apa yang diinginkan sang bayi, dari hanya saling pandang, merambat dan menarik-narik baju, dan akhirnya mereka mau menggendong bayi ini. Akhirnya, semua rasa pun lumer dan kelembutan menular ke dalam hati para murid..

Untuk sebuah sekolah di pedesaan seperti kisah tadi, guru dengan sifat mendidik yang menganggap bahwa berprilaku baik dan sopan adalah penting, patut diacungi jempol. Guru ini peduli dengan perkembangan muridnya, tidak hanya akademik semata. Masih adakah guru yang seperti ini sekarang...? Mungkin masih, tapi sedikit... aku hanya berharap anak-anak bisa mendapatkan sosok panutan yang bisa membimbing mereka menjadi pribadi yang baik...

Ah, bayi itu memang lembut ya..? Kau bahkan bisa menangis hanya dengan memandangnya saja...hhhh...tengah malam begini malah merindukan pelukan tangan mungil...

:-)


PS : foto dari gugel...

.............

2 comments:

  1. tapi anak anak kan gak kayak bapaknya. yg kalo mipisin gak milih milih tempat...

    ReplyDelete
  2. emang bapaknya kalo pipis dimana?

    ReplyDelete