Thursday, February 10, 2011

Masih Single

Ada saja masalah yang dihadapi setiap orang di setiap harinya, ada yang bersabar dengan masalahnya, ada juga yang tidak. Kebanyakan kadang sudah putus asa duluan, alasannya tidak kuat menahannya, sudah lelah, sudah terlalu lama hingga kesabaran habis.

Kemarin malam seorang teman wanita curhat padaku, katanya dia sedang jenuh. Wong baru pulang dari travel ke Kalimantan koq jenuh, kataku protes. Dia tertawa, lalu kemudian mengemukakan alasan kenapa dia bisa merasa seperti itu. Dia butuh pendamping...


Usianya memang tidak muda lagi, mungkin tahun ini menginjak kepala empat, dan sampai detik ini dia belum juga menikah. Dan dia seperti dikejar-kejar dengan waktu yang terus saja berputar sedangkan pria yang dia harapkan belum juga muncul. Dia lelah pikiran, lelah hati, lelah ditanyakan orang-orang. Bukannya dia tidak berusaha mencari jodohnya, tapi yang namanya hati siapa yang bakalan mengerti. Orang kan harus 'klik' dulu baru merasa cocok dengan lawan jenis, kalo tidak ada hal itu bagaimana bisa melanjutkan...ya kan?

Aku hanya mendengarkan saja saat dia berkeluh kesah seperti itu, pun setiap pertanyaan yang akan aku katakan padanya pasti dia sudah melakukannya. Jadi aku cuma bisa mendengarkan, memposisikan diri sebagai teman curhatnya, dan cuma bisa bilang sabar. Walopun aku tahu dia sudah bersabar sejak lama, tapi cuma itu yang bisa aku katakan.

Dia bilang, dia pernah mendengar seorang temannya sedang berkeluh kesah padanya soal belum mendapatkan keturunan. Lalu dia akhirnya bilang kepada temannya itu, bahwa temannya itu lebih beruntung karena sudah menikah dan punya pasangan, setiap saat ada yang bisa diajak diskusi, menyediakan pundaknya saat lelah, memeluk saat hati sedang bersedih. Sedangkan temanku ini tidak punya siapapun, masih single, dia juga ingin merasakan pelukan hangat seseorang, tapi harus mencari dimana..? Dalam keluarganya juga dia sudah dilangkahi adiknya menikah, dan mungkin sebentar lagi akan dilangkahi lagi oleh adik keduanya, dia mulai agak stres sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi.. cuma bisa pasrah dia bilang.

Saat temanku bercerita, aku akhirnya berkaca pada diri sendiri, betapa aku sering berkeluh kesah dengan keadaanku yang belum memiliki keturunan. Berkeluh kesah kesana kemari, lagi-lagi bertanya pada Tuhan kapan dan kapan, menangis diam-diam saat tengah malam, kadang menyalah siapapun saat hati sedang kumat. Tapi saat mendengar temanku curhat malam itu, rasanya aku seperti orang yang jauh dari rasa syukur. Alloh sudah berbaik hati memberikan aku seorang teman hidup, dan aku malah mengeluhkan hal yang hanya menjadi rahasiaNya. Aku jauh lebih beruntung dibandingkan temanku ini, dan aku seharusnya lebih bersyukur.

Temanku juga bercerita, dia pernah dilamar seseorang pertengahan tahun 2000, tapi dia menolaknya karena merasa tidak cocok, lalu di tahun 2007 dia juga dilamar orang, tapi ntah kenapa si pria malah hilang rimbanya tak tahu kemana. Dan sejak itu sampai sekarang belum ada pria yang mampir dalam kehidupannya. Dia bilang, jika kita pernah menolak sebuah lamaran, maka setelahnya akan sulit untuk menikah lagi. Semacam ada tulah (pamali) jika menolak pinangan seseorang. Tapi kubilang, aku juga pernah dulu dilamar waktu SMA dan kutolak, tapi tetap saja mendapat jodoh,  jadi tidak mesti juga percayaan bahwa hal semacam itu akan mempengaruhi hidup kita. Lha wong jodoh, hidup, dan mati semuanya Tuhan yang ngatur kan..?

Lagi-lagi cuma bisa bilang 'sabar ya..' pada temanku, dan minta maaf tidak bisa membantu dirinya dengan masalah yang satu ini, dia bilang tidak apa-apa, dia bilang terima kasih karena sudah mau mendengarkan... well, cuma itu yang aku bisa.. padahal sih maunya bantu..tapi gimana ? :(

Maaf ya pren...

Aku hanya punya satu artikel dari rumah temanku, mungkin bisa menambah rasa sabar dan ikhlas dalam diri kita, met baca ya? Silahkan lihat di sini...

PS : gambar dari gugel..

.............

6 comments:

  1. lain kali jangan ditolak,,,,

    ReplyDelete
  2. kalo ga sreg masa ga ditolak..?

    ReplyDelete
  3. tak kenal maka tak sayang...

    jamana baheula, orang-orang menikah tanpa pacaran, tau tau besok baru ketemu dan dinikahkan, tapi awet dan langgeng sampai ada kita kita.

    coba sekarang, pacaran 2,3,4,5 taun lalu menikah, bbeeggghhhh kurang sreg dari hongkong, toh baru seumur jagung pada bubaran.

    cet...

    ReplyDelete
  4. dirimu berapa tahun pacaran emangnya? :-)

    iya memang, beda jaman beda orang..
    sekarang sudah jarang yang terjadi seperti itu, malah lebih banyak wanita yang meminta cerai.. mungkin karena merasa kuat dari sisi ekonomi, jadinya berani..

    cumi..

    ReplyDelete
  5. sabar, berdoa plus berusaha...orang sabar disayang tuhan.

    sekilaf(s) info di jak tv jam 23.00 suka ada interaktif klinik herba cr memperoleh keturunan atau bayi tabung terkenal di Surabaya

    ReplyDelete
  6. :-) makasih mas Adi..
    ini juga insyaalloh bersabar...

    ReplyDelete