Wednesday, February 23, 2011

Mom

Menyenangkan orangtua itu hukumnya wajib, apalagi jika mengingat jasa mereka membesarkan kita hingga kita bisa menjadi seperti ini. Orangtua akan bahagia jika kehidupan anaknya tenteram dan damai, jauh dari konflik dan terlihat rukun. Sedikit keluhan yang didengar orangtua, maka mereka akan kepikiran terus sampai kadang jatuh sakit.

Semalam saat diantar pulang seorang teman, dia bercerita tentang ibunya. Ibunya sakit hingga perlu dirawat, ini karena anaknya curhat soal kehidupannya pada sang ibu, lalu si ibu kepikiran hingga tidak mau makan dan jatuh sakit.
Hal-hal seperti inilah yang mudah membuat orangtua stres memikirkan nasib anaknya. Apalagi terhadap seorang ibu yang hatinya jauh lebih lembut dibandingkan sang ayah. Ayah biasanya lebih rasional, tidak mudah larut dalam kisah kesedihan anaknya. Hampir sama dengan mertua perempuanku, saat anaknya yang di Bandung sakit tifus (padahal anaknya sudah 31th), ibunya lah yang nangis-nangis di rumah. Ingin segera menjenguk anaknya ke Bandung. Keluarga yang lain sih santai saja, ibunya aja yang keliatan stres sendiri memikirkan sang anak.

Jadi inget ibuku, tidak berbeda jauh dengan mereka, ibuku juga berharap kehidupanku baik, selalu rukun, selalu menasehati agar aku selalu menjadi istri yang sabar, menjaga diri dengan baik. Saat aku sakit kemarin, hanya beliaulah yang selalu berdoa di malam hari dengan seluruh air matanya berharap kesembuhanku. Sedangkan ayahku hanya santai saja.. :-)

Ibuku tipe orang yang tidak ingin mengisahkan kesulitan dirinya pada anak-anaknya, pernah suatu ketika beliau ditabrak angkot saat sedang berdiri di pinggir jalan,  wajahnya hancur lebur dengan tulang dadanya sedikit retak, tapi beliau sama sekali tidak memberitahu kami anaknya. Itu pun kami tahu karena ada tetangga dan ipar yang ga sengaja berkunjung ke sana, sampai kaget melihat wajah ibu yang memar di sana sini, malah ibuku wanti-wanti jangan bilang ke kami. Tetap saja karena kuatir adik iparku laporan juga akhirnya, baru deh kami akhirnya ke sana menjenguk. Dan kejadian kecelakaan ini sudah hampir tiga kali terjadi, tapi ibu diam saja, cuma cengar cengir aja saat kami datang. Kemarin juga pindahan rumah tidak bilang, padahal beliau tinggal sendirian plus sekarang bersama cucu berusia 3,5 tahun. Apa ya ngga repot harus mengurus semuanya sendirian..? pindahan kan bukan hal yang mudah, barangnya banyak, plus segala kerepotan mengawasi anak kecil, tapi beliau diam saja.

Duh.. bu, please deh.. kami tahu ibu itu adalah supermom, tapi tetap saja ibu butuh bantuan kami, jadi tolong jangan diam saja jika terjadi sesuatu atau pun membutuhkan bantuan. Apa kata orang jika melihat ibu dengan wajah ancur lebur tapi tidak ditengok anaknya, padahal anaknya mana tahu ibu habis kecelakaan. Dikira anak durhaka nanti kita ini...

Kalo udah mikir begitu rasanya ingin ke Bogor, ingin melihatnya apakah beliau dalam keadaan baik, ingin menyenangkannya dengan membelikan roti.. ibuku senang banget makan roti juga martabak telur, sama sate mbek... :-)

Just be well, mom..
Love you very much.. ♥

..........

2 comments:

  1. jkt-bgr kan ga jauh2 amat sering2lah ditengok.....

    n' jangan lupa mbeeeekkkkkkk.....

    ReplyDelete
  2. benar..memang tidak jauh..
    insyaalloh akan sering main ke sana..

    jangan keseringan mbek ah..
    udah tua koq.. :D

    makasih mas Adi .. :-)

    ReplyDelete