Tuesday, February 22, 2011

Sisa Puing

Atap garasi sudah jadi beberapa minggu yang lalu, tapi puing sisanya masih belum bisa dibuang karena sudah dipesan orang katanya akan diambil. Tapi lewat beberapa hari koq ga ada kabar akan diambil atau tidak, jadi aku tanya saja pada beliau, ternyata beliau baru aja kena musibah dan belum bisa mengambil puingnya, lalu menyuruhku untuk menyimpannya terlebih dahulu.

Bisa saja sih disimpan dulu, tapi kayu-kayunya akan semakin lapuk jika selalu terkena hujan, ini saja sudah mulai banyak yang rompal dimakan tikus, apa iya masih mau mengambilnya lagi jika sudah rusak begitu..? Sedangkan untuk asbes dan fiberglassnya sih masih ada, ntah akan bertahan tidak jika sudah jadi sarang tikus.
Yang parah mah tanamanku, jadi tidak bisa kujangkau, sudah berantakan terkena material tadi. Sutralah, semoga saja hujan akan terus turun jadi tanamanku masih bisa hidup walopun bentuknya amburadul.
Duh..halamanku ancur-ancuran gini sih ya..? :(

Garasi yang atapnya baru diganti  berbahan dasar polycarbonate ternyata juga terlalu bening, hingga saat matahari sedang panas menyengat, kendaraan di bawahnya jadi seperti dipanggang.  Ketika kutanya kenapa ga cari yang warnanya gelap..? tapi ternyata ga ada, semuanya terang. Memang sih keliatan terang walopun malah, cuma ya itu.. kesian kendaraannya jadi kayak dijemur.  Ntah mau diapain tuh, kayaknya sama suami mau dicat biar agak gelapan dikit. Tinggi banget padahal, kalo menggunakan kuas pasti hasilnya ga rata dan berceceran, mungkin pake spray gun menggunakan kompresor.

Hari ini mendung euy.. semoga tidak menyurutkan niat konco-konco untuk bertemu sore ini..
Gambatte...!

:-)
.........

No comments:

Post a Comment