Monday, February 21, 2011

Tawar Menawar


Perempuan itu bisa dibilang sangat pintar dalam hal tawar menawar, di pasar atau dimana pun, perempuan adalah jagonya. Makanya suami haruslah bersyukur jika istrinya adalah wanita yang pintar menawar seperti itu, bukan karena pelit, tapi karena dengan sedikit kelebihan uang yang bisa disimpan, kan lumayan bisa untuk ditabung atau untuk keperluan lain.

Tapi berbeda dengan diriku, iya memang aku juga perempuan, tapi aku tidak pintar menawar barang. Jika si penjual bilang sekian, aku ya iya ajah, paling nawar ya sekali dan itu pun tidak berani drastis setengah harga. Mungkin karena aku tidak mengerti harga barang atau pun harga-harga di pasar. Aku juga jarang masak jadi ga tau harga sayur mayur, juga ikan atau daging. Paling kalo pengen masak ya beli aja di abang sayur yang lewat, cuma seikat dua ikat, hanya sedikit karena penghuninya juga segelintir. Itu juga abangnya sendiri yang akan menurunkan harganya sebelum aku bayar. "Udah neng, seribu aja deh ga papa..." biasanya dia bilang begitu.

Jangan suruh aku pergi ke Tanah Abang, bisa jadi aku malah tekor di sana karena ga bisa nawar harga. Makanya aku lebih milih toko yang sudah mencantumkan harga di barangnya dibandingkan belanja yang membutuhkan kemampuan unik itu. Ya kadang sih beli juga di pasar, cuma biasanya aku lihat dulu ada pembeli lain ga, nah abis itu aku akan bertanya padanya berapa harga barang tersebut, baru deh agak sok nawar ke penjualnya, walopun ya jatuhnya sama aja, harganya tetep.. :D

Kemarin main ke Mangdu dengan suami, di sana suami menawar barang elektronik dengan menggunakan bahasa Jawa, karena biasanya jika melakukan pendekatan menggunakan bahasa si penjual bisa jadi harga barang itu bisa turun sesuai keinginan kita. Aku mah diam saja duduk manis di sana, wong ga ngerti juga harga-harga barang elektronik. Tapi ternyata udah tawar menawar tetap saja harga tidak turun, yang ada malah kami dicuekin. Suami pun akhirnya mengajak keluar dan mencari toko lain. Dia bilang, "pokoknya harus sesuai dengan harga yang aku tawarkan, kalo ga mau ya udah, masih banyak koq toko yang lain di sini.."

Dan benar yang dia bilang, tidak jauh dari toko tadi, kami pun mendapatkan harga yang sesuai dengan yang dia inginkan tanpa harus menawar susah payah. Plus ditambah bonus dua buah, sayangnya bonus yang satunya malah kelupaan diminta... payah.

Ternyata tidak hanya perempuan yang pintar menawar barang, laki-laki juga bisa. Tapi tergantung barangnya dulu apa, ya kalo sayuran dan semua hal kefeminiman perempuan emang jagonya (kecuali akuuu..:( ). Sedangkan barang elektronik dan hal-hal yang maskulin prialah yang paling mengerti.

Seharusnya aku jago nawar seperti ibuku ya..? Kenapa aku ga bisa..?
......

2 comments:

  1. karena aku abegeehhh... angkatan babeh gueeehhh..

    ReplyDelete