Saturday, March 26, 2011

Menepi

Rumah langit yang biasanya penuh dengan senda gurau, sekarang sudah tidak terlihat seperti itu lagi.  Banyak wajah yang tidak dia kenal di sana, sibuk dengan diri mereka masing-masing dan berusaha menarik simpati para awan dengan berbagai tingkah laku mereka yang aneh atau pun lucu. Sudah tidak ada lagi wajah bersahabat di sana, dan dia merasa tidak nyaman lagi untuk sekedar duduk melihat lalu lalang kesibukan setiap penghuni langit.  Seperti tidak ada yang peduli jika dia duduk dan menebarkan senyum, mereka lewat begitu saja tanpa menyapa.

Sedikit demi sedikit peri mulai menyingkir, jika masih ada satu dua yang menyapa dirinya, masih dia balas dengan ramah. Tapi sepertinya dia sudah berketetapan akan menepi dari rumah langit yang sudah dia bangun lama sekali itu. Dia merasa dirinya sudah bukan bagian dari kehidupan di abu-abunya langit.

"Jika pun aku tidak ada, mereka pasti tidak akan mencariku.." begitu pikirnya, lalu dia pun mulai menyingkir pelan-pelan. Sehari..dua hari..lima hari tidak terjadi apapun, tidak ada yang menanyakannya, tidak ada yang menyampaikan salam atau pun kabar pada sang peri. Bukti bahwa dirinya sudah tidak berarti. Peri itu hanya tersenyum kecut, "mungkin memang sudah waktuku untuk berlalu, digantikan generasi yang lebih muda dan lebih bersemangat, lagi pula usiaku sudah tidak mampu lagi mengikuti mereka..."

Dia pun melangkah keluar pintu, tanpa membawa apapun kecuali sebuah kenangan indah masa lalu, dibiarkannya rumah langitnya terbuka, mungkin ada beberapa yang masih rindu padanya dan ingin bermain walaupun tuan rumahnya sudah tidak ada. Lagi pula, siapa tahu dia akan kembali lagi suatu saat nanti.

Gemerincing gelang kakinya terdengar satu persatu pelan seiring langkahnya menuju pintu, sesekali dia menengok ke belakang, seakan berat meninggalkan rumah kenangan itu. Tapi dia memang harus pergi, jika tidak..mungkin dia akan semakin kecewa berada di sana. Jika hati sudah tidak ditempatnya, untuk apa mempertahankan sesuatu yang selalu membuat kecewa dan bersedih..? Dikepakkannya sayap mungilnya, lalu berlahan melayang terbang menjauh ..

Mungkin di suatu masa, rumah langit itu akan kembali semarak dengan senda gurau lagi.. dan jika saat itu tiba, dia pasti akan kembali ke sana untuk membuatkan mereka secangkir teh hangat untuk para tamu istimewa...

[Kisah Peri Kecil]
.....................

4 comments:

  1. hatinya berkecamuk y mba.. ???
    coba deh tarik nafas..
    truz inget masa2 indah dunia itu..
    smoga cepet terselesaikan
    AMIN

    ReplyDelete
  2. makasih Sef..
    semoga cepet terselesaikan..

    :)

    ReplyDelete