Sunday, March 20, 2011

Nonton Basket

Sabtu sore aku sudah melaju ke arah Bulungan bersama dua temanku, hari itu kami ingin menonton pertandingan basket di sana, dan kebetulan alumni SMA ku yang akan bertanding. Aku ga begitu hapal jalan di daerah selatan Jakarta, untung saja ada temanku yang sudah hapal daerah sana, jadi aku agak santai nyetirnya. Karena kalian tahu sendiri, daerah selatan itu terkenal dengan polisinya yang main stop kalo kita meleng sedikit saja.

Aku masih flu sebenarnya, tapi tetap senang karena punya kesempatan untuk menjajal kemampuanku yang masih jongkok untuk mengambil foto olahraga. Ini yang kedua kali aku datang ke gelanggang olahraga ini, tapi kayaknya kemampuanku memang masih nol besar. Buktinya masih saja banyak blurnya, aku ngambil hampir 300 gambar dan paling cuma 30%nya saja yang lumayan bagus, selebihnya ga tau deh...wassalam kali.

Seharusnya yang moto aku dan temanku si Yuyus, tapi ternyata anak itu berhalangan hadir, jadi cuma aku yang moto di sana. Moto olahraga sendirian lumayan melelahkan, karena aku harus mondar mandir ke berbagai sudut biar dapat angle-nya, padahal kalo berdua kan bisa berbagi area dengan temanku. Tapi sutralah, aku tetap menikmati hunting foto olahraga ini, bajuku sampai basah semua, padahal aku pake baju dobel dan dua-duanya basah. Tadinya mau bawa baju ganti, karena aku tau bakalan basah seperti dua minggu lalu, tapi melihat pertandingannya malam, kupikir bakalan tidak terlalu panas, ternyata sama saja.

Oya, asal kalian tahu, aku tidak mengerti peraturan-peraturan yang ada di pertandingan basket, cuma penonton sejati. Waktu di SMA juga aku ga begitu rajin ngikutin olahraga ini, paling hanya ikut saja sebentar udah gitu ya udah. Dan saat SMA juga aku bukan orang yang mudah bergaul dengan orang lain, aku kan pendiam, jadi temanku ya itu-itu saja. Jika aku sudah merasa nyaman dengan sekelompok teman, maka aku akan main dengan mereka terus. Intinya, aku ini dulunya kuper. Paling jika ada yang kenal aku, itu juga dari temanku yang temannya dia juga.


Kemarin saat di gelanggang, yang aku kenal juga sedikit, apalagi yang mengenaliku, lebih sedikit lagi. Yang aku kenal juga belum tentu kenal aku, aku kenal mereka karena mereka dulu gaul, dan aku kenal nama dan fisik mereka yang di atas rata-rata. Bisa dibilang primadona/doni sekolah, beberapa ada juga yang pernah satu sekolah saat SMPnya. Di sana pure aku cuma tukang foto aja, ga sempatlah ngobrol sama teman-temanku, paling jika mereka mau narsis baru aku dipanggil, selebihnya aku di lapangan di bawah ngikutin pertandingan, jadi berdiri terus. Asli kayak ikutan olahraga, keringetan..!

Skor terakhir dimenangkan alumniku, senangnya mereka, itu artinya mereka akan melaju ke babak final di hari minggu ini, sayangnya aku ga bisa hadir minggu ini karena suamiku juga sakit. Selesai semua kami pun mencari makan di dekat lokasi, cuaca mendung saat itu agak gerimis, udaranya sejuk nyaman banget rasanya buat badan yang kegerahan sejak tadi. Sambil makan sambil ngobrol ga jelas, orang gila ketemu orang gila ya gitu deh, tau kan apa yang mereka omongin?..ga tau..? baguss! berarti kalian bukan orang gila...hehehe..

Ga terasa bajuku akhirnya kering sendiri di badan, sudah ga basah lepek kayak tadi di dalam gedung. Sekitar jam 11 malam akhirnya kami meluncur pulang, sayangnya malam ini tidak bisa melihat supermoon, karena awan yang mendung tadi..

PS :
baru dapat kabar, kami kalah di final.. 
it's okay guys.. kerja yang bagus sampai titik darah penghabisan..!

.....

2 comments:

  1. yach ampun mba.. kayak mau perang dunia aja.. ampe darah penghabisan.. haha

    ReplyDelete
  2. hehehe...kalah ama yang lebih muda dengan postur yang lebih besar :D

    ReplyDelete