Thursday, March 17, 2011

Nyanyian Sepi

Langit sedang temaram hari ini, tidak kulihat cahaya pelangi di sudut mana pun. Berusaha terbang untuk mencarinya pun sia-sia, pelangi itu seperti sengaja disembunyikan para awan agar aku tidak bisa bertemu dengannya. Aku jatuh lagi ke bumi, lelah dan resah, harapanku punah tak berbekas. Aku merasa ditinggalkan..

Jika amarah bisa menyelesaikan semuanya, mungkin hatiku akan meledak seperti jamur bom atom itu, tapi untuk apa? Sama sekali tidak akan menyelesaikan masalah, aku bahkan mungkin akan semakin merasa terpuruk karena menyesali kata-kataku.
Diam, hanya itu yang bisa kulakukan. Biarlah aku duduk di sudut ranting di sebuah pohon yang besar, memandang kejauhan hamparan bumi dan langit yang seakan bersatu di garis horizontalnya. Tapi aku yakin semuanya bohong, langit dan bumi itu tidak pernah bersatu, hanya sebuah fatamorgana yang membius hati setiap penghuni bumi. Tapi rasanya aku ingin terbang ke langit, walaupun aku tahu itu akan sia-sia, aku punya sayap tapi hanya sebelah, tidak mungkin aku bisa terbang walaupun cuma dari pucuk ke pucuk daun ranting pohon ini. Aku pasti akan jatuh seperti tadi...

Melewati seharian penuh di ranting ini, hanya menunggu sebuah kabar yang tak kunjung tiba. Apa perlu aku melempar langit agar terlihat pelangi bersembunyi diantaranya, atau aku harus memanah matahari agar dia menangis hingga hujan datang bersama pelangi? Alih-alih melakukan semua itu, aku hanya bisa berdiam diri sambil berlinang air mata terus menunggu sebuah kabar.

Aku bukan siapa-siapa, bukan pula seorang yang layak untuk diutamakan, dan diperdulikan atau bahkan mungkin dikasihi. Jika berharap hal yang mudah saja rasanya sulit, apalagi berharap hal yang lebih dari itu, sama sekali tidak mungkin. Bukan tempatku berada diantara pelangi itu, dan mungkin aku sudah ditakdirkan untuk sendirian di sini.

Tapi, aku akan tetap menunggu walaupun itu butuh sehari, seminggu, sebulan, pun tahunan, atau bahkan tidak akan pernah sama sekali. Dan jika saat itu tiba, mungkin sayapku yang satu lagi juga akan patah, hingga aku bahkan tidak akan sama sekali bisa memanjat pohon besar ini lagi. Selamanya...

[ Kisah Peri Kecil ]
...........

3 comments:

  1. peri kecil..?
    itu peria, periuk atau...??

    ReplyDelete
  2. Raw : ..bukan diberi semangat koq yaaa...huuuu. :(

    Sef : ..makasih.. :-)

    ReplyDelete