Wednesday, March 23, 2011

Terlalu Cinta

Di sebuah warung tenda yang ramai, berkumpullah empat orang wanita yang sedang menikmati santapan ayam bakar sambil ngobrol ngalor ngidul. Mulai dari masa kecil, mengenai pasangan, kebiasaan sehari-hari sampai membicarakan seseorang yang mempunyai kehidupan yang keras.

Sebuah cerita yang lumayan mengena adalah, cerita tentang bagaimana mereka mencari pasangan hidup, tiga orang diantaranya masih single, dan hanya seorang wanita yang menggunakan flanel saja yang sudah bersuami.
Cerita mengalir satu persatu, bahwa mereka bukanlah wanita yang mudah saja diatur oleh seorang pria, jika mereka menemukan pria yang terlalu mengatur kehidupan wanita, atau mempunyai pacar yang terlalu obsesif, atau mudah main tangan, mereka akan langsung meninggalkan pacar mereka itu. Wanita berbaju flanel itu hanya mendengarkan saja kisah para temannya ini, sambil menimpali sedikit-sedikit.

Wanita yang tangannya diperban bahkan bercerita pernah memergoki pacarnya sedang berselingkuh dengan orang lain di rumah si pria, tapi ketika kepergok yang marah-marah justru malah si prianya. Si perban itu cuma diam saja ketika dimarahi, tapi langsung mengultimatum untuk putus saat itu juga, bahkan tanpa menangis.  Si flanel sampai terlihat takjub mendengar si perban sama sekali tidak menangis saat memutuskan pacarnya itu. Alasan si perban adalah, untuk apa menangis buat orang yang sudah terang-terangan menyakiti kita, katanya. Wanita yang tegar memang si perban ini.

Prinsip tiga orang wanita yang masih single ini adalah, jika baru pacaran saja sudah memperlihatkan sisi buruknya, bagaimana bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi alias menikah, begitu kata mereka, wanita berflanel itu cuma manggut-manggut. Mereka lalu bercerita tentang orang lain yang walaupun sudah dizholimi dengan pacarnya, tapi tetap saja menikah dengan pria itu, mereka bahkan takut untuk membayangkan apa yang akan terjadi di dalam pernikahan wanita itu.

Padahal di dalam pernikahan kan butuh saling pengertian diantara dua belah pihak, tidak melarang bergaul dengan orang jika masih dalam batas wajar. Saling memperkenalkan teman pasangan agar tahu dengan siapa pasangannya bergaul. Si flanel diam saja, karena dia merasa ada sedikit rasa tidak bebas untuk bergaul dengan orang lain, tidak sebebas ketiga orang temannya ini. Tapi si flanel tidak mengatakannya, walaupun begitu ketiga temannya mengerti sekali kondisinya karena setiap si flanel diajak pergi selalu saja gagal, dan mereka maklum.

Makanan sudah habis disantap, tapi keempat wanita ini masih belum beranjak dari tempatnya, dan masih bicara seputar pasangan hidup. Si wanita yang memakai perban ditangannya tiba-tiba bertanya,

"Kalian tahu tidak kenapa seorang wanita tidak bisa meninggalkan pasangan walaupun sudah disakiti..?"

"Biasanya karena si wanita sudah terlalu cinta dan sudah pernah melakukan 'sesuatu' dengan pacarnya.." timpal teman yang lain.

"Benar sekali..!" sahut si perban menjentikkan jari.

Wanita memang lemah dengan semua hal mengenai hati, sekali jatuh cinta terlalu dalam sampai di luar batas, maka dia akan langsung terperosok masuk ke dalamnya. Sekali di 'sentuh' maka hal itu tidak akan dia lupakan seumur hidupnya, tidak jarang  ada banyak wanita yang sudah yakin jika hal itu terjadi, maka nantinya si pria pasti akan menjadi suaminya. Tubuhnya adalah hidupnya, itulah wanita.. makanya sulit sekali melupakan cinta yang seperti ini.

Keempat wanita ini masih saja ngobrol sampai langit menurunkan butiran beningnya, gerimis datang, mereka pun akhirnya beranjak keluar warung setelah membayar terlebih dahulu. Waktu menunjukkan pukul 11 malam, waktunya jam malam buat wanita berflanel itu, sudah saatnya pulang. Mereka pun saling berpelukan dan mengucapkan salam perpisahan..

Malam yang dingin, menyisakan sebuah rasa entah apa itu pada si flanel...wanita ini teringat akan seseorang.. benarkah begitu..?

[Kisah Peri Kecil]
........

3 comments:

  1. tru setori "cinta mati" ya.....wahhh

    ReplyDelete
  2. smoga flanel cepet menemukan seseorang yang menyentuh hatinya.. hehe

    ReplyDelete
  3. Adi : he em tru seturi :) seseorang di sana mengalaminya, begitu jg banyak wanita lainnya.. kisah yang selalu sama dimanapun..

    Sef : si flanel mah sudah menikah atuh say, dia teringat seseorang yang mempunyai kisah seperti ini, terlalu cinta malah membuatnya terpuruk..

    ReplyDelete