Friday, April 29, 2011

Buram

... no one home ..
Bukannya tak ingin untuk mulai melangkah dan mengejar semua ketertinggalan, tapi ntah kenapa kaki terasa berat, seakan sebuah batu besar menghimpit menahan gerak ayunannya. Hanya bisa mematung menatap langit yang buram, menahan semua rasa menyesakkan dada.

Wajah muram mulai terasa panas, gigi gemeretak menahan gejolak hati tanpa terasa genangan air mata  tumpah mengalir melewati pipi, menetes satu persatu membasahi luka di hati hingga terasa perih.

Jika terbang ke langit biru hanyalah sebuah fatamorgana, sebuah keindahan yang tidak bisa kita raih, lalu untuk apa lagi butuh sayap..?

Sinar mentari yang garang membakar semuanya hingga tidak ada lagi yang tersisa ... yang tertinggal hanyalah kepedihan, luka hati yang entah kapan sembuhnya...

Jika benang sudah tidak bisa lagi disimpulkan demi sebuah persahabatan, lalu kemana lagi tempat untuk merajut sebuah senyum..?

Semuanya terasa melelahkan...

# peri kecil

1 comment:

  1. cobalah kau tengok di sisi lain...siapa tahu kau bisa biaskan luka dihatimu...walau hanya bias namun setidaknya sesaat kau bisa tawarkan lukamu untuk menyunggingkan sebuah senyum untukku sobat...

    ReplyDelete