Thursday, April 14, 2011

Peeling

Akibat peeling sembarangan
Wanita adalah mahluk yang sangat perduli dengan yang namanya kebersihan, mereka bisa melakukan bersih-bersih selama seharian penuh hanya agar rumah terlihat rapi. Dari pagi hingga malam ada saja yang disentuhnya agar semua terlihat beres, tidak berdebu, terorganisir dengan baik. Tidak hanya rumahnya yang ingin terlihat bersih, terhadap dirinya sendiri juga mereka sangat telaten.

Coba kita lihat mudahnya saja, ritual seorang wanita itu banyak sekali selama mandi, dan setelah mandi, berbeda dengan para lelaki yang sangat simpel dengan kebersihan dan kerapihan dirinya. Belum lagi mengurus rambut, tubuh dan wajahnya. Terutama wajahnya mereka sangat konsern dengan ini,  ntah berapa rupiah yang wanita habiskan untuk mengurus wajahnya agar terlihat selalu kinclong. Ini asli jika mereka memang ingin selalu tampil maksimal, berbeda jika mereka mempunyai masalah dengan wajahnya seperti aku yang berjerawat, kalo aku tidak merawatnya dengan rutin, pasti wajahku akan semakin hancur lebur tertutup dengan yang namanya jerawat.

Tapi yang membuatku heran adalah, mereka yang kupikir tidak bermasalah dengan apapun di wajahnya, masih saja datang ke dokter atau pun salon kecantikan untuk sebuah perawatan. Dalam hati kadang sering bertanya, ini orang apa lagi yang mau dibenerin? kayaknya wajahnya ga papa deh...mau secantik apa lagi sih? Apa ga sayang buang uang cuma buat hal-hal yang tidak perlu? Ya itu mungkin hanya pendapatku saja, mungkin juga berbeda dengan apa yang mereka pikirkan. Mungkin tidak cukup hanya dengan apa adanya, ada flek dikit ingin dihilangkan, atau ada beruntusan dikit disekitar mata, atau ingin menghilangkan kerutan, atau hanya perawatan saja agar selalu kinclong, dan atau-atau lain.

Seperti yang pernah aku tanyakan pada seorang temanku yang rutin melakukan perawatan dengan wajahnya, "memangnya wajahnya kenapa, teh? perasaan ga papa deh.." dan si teteh menjawab, "ini ada beruntus dikit dekat mata, mau aku hilangkan.." kuperhatikan saja bagian yang dia bilang bermasalah, memang ada beruntusan kecil, tapi tidak terlalu nyata. Aku hanya tersenyum saja melihatnya, karena dalam hati aku berkata, belum seberapa dibandingkan wajahku yang seluruhnya tertutup jerawat. Tapi ya itu urusan dia, dia sanggup membayarnya dan ingin terlihat cantik sah-sah saja koq.. :-)

Tapi hati-hati jika ingin merawat wajah, jika memang wajah kalian bermasalah, datanglah ke dokter jangan ke salon kecantikan, karena bisa jadi hasilnya akan fatal. Bukannya kecantikan yang akan kita dapat, tapi malah wajah kita yang akan hancur lebur.

Berdasarkan pengalamanku sendiri, rasanya aku sudah ga berani untuk merawat wajahku yang bermasalah ini ke salon kecantikan yang tidak ada rekomendasi dokternya. Pernah aku melakukan chemical peeling (semacam pengelupasan kulit dengan cairan keras), maksudnya agar kulit mati kita terangkat dan berganti dengan kulit baru di bawahnya. Karena aku melakukannya di salon biasa, yang terjadi malah ga keruan, memang sih wajahku mengelupas, tapi kulitku jadi ikutan membiru karenanya. Hal ini juga terjadi pada adikku, dia ditangani temannya yang bekerja di sebuah salon, peeling dilakukan sendiri tanpa tahu kadar prosentase cairan keras itu, alhasil wajah adikku hancur lebur dan membiru. Sudah 4 hari wajah dia hancur lebur, kulitnya masih saja belum mengelupas semua, menghitam di pipinya, seperti habis dihajar orang. Karena malu setiap ke kantor dia selalu pakai masker untuk menyembunyikan wajahnya yang hancur.

"Kapok..!" begitu katanya, tidak akan dia melakukan ini lagi. Mana rasanya panas menyengat, sembuhnya lama, wajahnya hancur seperti ular yang sedang berganti kulit. Katanya sih peeling bisa mengangkat bekas-bekas jerawat kecil yang menghitam, tapi nyatanya tidak, tetap saja masih ada bekasnya. Saat kutanya kenapa juga mau di peeling, dia bilang ada flek hitam kecil di pipinya ingin dia hilangkan. Lha nek ngono kenapa ga di bagian fleknya aja yang di totol dikit, kenapa juga harus seluruh wajah hingga wajahnya menghitam gitu. "Telat, kirain ga bakalan seancur ini...!" jawabnya kesal.

Begitulah jika ditangani orang biasa, kadang mereka tidak mengerti harus seberapa banyak cairan yang harus diaplikasikan, dan jenis cairan apa yang cocok dengan wajah seseorang. Biasanya mereka anggap semua wajah pelanggannya sama, pokoknya nek dipeeling yo ngono kui, podo wae. Jadi mendingan ke dokterlah prens.. asli deh aku juga kapok kalo peeling di salon biasa, apalagi untuk kulit bermasalah seperti aku. Kalo ada apa-apa kita sendiri yang rugi..

"Namanya juga perempuan, mbak...biarpun udah nenek-nenek seperti saya, pengen juga keliatan cantik dan bersih wajahnya.." sahut seorang ibu sambil tersenyum kepadaku saat kutanya sedang perawatan apa di sebuah klinik. Itulah wanita, sampai tua pun kadang masih ingin terlihat menarik, untuk siapa? ya siapa lagi kalo bukan untuk pasangannya.. dan agar rasa percaya dirinya bisa lebih baik jika wajahnya bersih.

Ternyata ribet juga ya jadi perempuan...:-)

PS :
artikel tentang chemical peeling di SINI..

3 comments:

  1. iya mbak, sebenarnya saya heran dengan muka orang yang mulus gila bahkan saking mulusnya komodopun bisa kepleset *hahhaha.... kok bisa pg ke salon melulu?
    hadeeeehhhhh.....

    ReplyDelete
  2. iya..saya suka bingung ngeliat wajah yang bening2 di salon...itu berapaan ya biaya perawatannya...mahal pastinya...

    :)

    ReplyDelete
  3. Nova :
    pengen lebih mulus lagi kali, Nov.. :D ato kelebihan duit..hehehe cepedeey..

    Nufri :
    mahal, mas.. :(
    kalo saja aku ga berjerawat ..hiks..

    ReplyDelete