Friday, April 15, 2011

Pernikahan

ijab
Pernikahan merupakan hal yang sangat mengharukan bagiku, setelah kelahiran bayi. Aku selalu menangis jika melihat ijab kabul, sepertinya ada rasa aneh yang menyusup ke relung hati. Sebelum menikah dulu, aku tidak terlalu ambil pusing dengan yang namanya ijab, paling hanya melihat dan mengucapkan selamat, mungkin saat itu karena aku masih muda dan belum memikirkan untuk menikah.

Setelah menikah semuanya berubah, aku jadi mudah sekali terharu akan segala hal. Dan salah satunya dengan melihat dua pasang pengantin mengucapkan ijab kabul. Semuanya akan mengingatkan diriku sendiri saat menikah dulu, yang hanya bisa menunduk tanpa bisa menatap siapapun karena terus saja menangis.

Tapi pernah juga aku tidak menangis saat menyaksikan ijab di sebuah masjid, dikarenakan saat itu aku sedang jadi tukang potogrepe di sebuah acara pernikahan. Tidak ada waktu untuk mengikuti dengan hikmat kejadian sakral itu, yang ada aku cuma sibuk jepret sana sini. Pernikahan ini lumayan agak susah diambilnya, karena sang pengantin pria sama sekali tidak pernah tersenyum, susah benar mengambil momen yang pas karena pengantin prianya mingkem terus, malah jadi kayak orang stres karena terpaksa nikah. Sedangkan pengantin wanitanya masih lumayan banyak senyum.

Aku di acara itu tidak sendiri, ada seorang temanku juga yang ikut mengabadikan pernikahan ini, jadi kami memang disewa oleh si empunya hajat untuk mengabadikan acara ini. Temanku itu fotografer aslinya, sedangkan aku hanya asisten dia.

Semuanya lancar sampai saat memasuki waktu ashar, saat tamu yang hadir sudah mulai meninggalkan area aula masjid. Aku baru sadar bahwa kacamataku hilang, karena agak ribet aku menggantung kacamataku di kepala, dan tanpa sadar terjatuh ntah dimana. Kacamataku memang ringan, hingga tidak terasa sama sekali jatuhnya, ingetnya malah saat akan sholat. Setelah itu aku muter-muter di seluruh penjuru masjid tetap saja tidak ketemu, sampai akhirnya aku nyerah dan pulang dengan mata buram. Aku meninggalkan nomor telponku di sekretariat masjid, aku juga meminta nomor telpon mereka. Besoknya kutelpon apakah mereka menemukan kacamataku, ternyata tidak, juga keesokan harinya tetap tidak ada kabar. Yo wis.. hilang sudah kacamataku...tapi ga papa, bukan jodohnya untuk bersamaku di waktu yang agak lama..relakan saja.

Eniwei, pernikahannya berjalan lancar alhamdulillah..

hasil jepretan pernikahan saudaranya temanku bisa dilihat di SINI..

PS :
hari ini... tepat 12 tahun telah berlalu saat aku dulu menangis di pernikahanku...

.

5 comments:

  1. waahhh...mbak,kalo aku kok ga pernah nangis ya di acar begituan?hahha..mungkin karena belum merasakan langsung ya,hehhe:p

    mbak potografer toh? ah, pingin belajar:)

    ReplyDelete
  2. sucinya ijab kabul.... :)

    semoga kacamata nya ketemu yaa...

    salam :)

    ReplyDelete
  3. Nova :
    nanti deh coba rasakan betapa terharunya kita dihari bersejarah seumur hidup itu :)

    aku bukan potografer, cuma seseorang yang senang jepret sana sini..:P

    Nufri :
    kacamatanya ga ketemu, kang..
    udah ada kacamata pengganti, semoga ga ilang lagi :)

    salam juga..

    ReplyDelete
  4. hhhax,,
    mba sih g bawa mainan yang lucu jdnya dia cemberut ... !!!

    ReplyDelete
  5. hehehe..harusnya nyewa badut kali ya :D
    kemana aja neng?..lama ga keliatan..

    miss you..

    ReplyDelete