Monday, May 23, 2011

Prosedur Sebelum Operasi

Setelah periksa toxoplasma, salah satu tahap lain yang harus dilalui sebelum menjelang operasi adalah Skin Test, saat itu aku mengatakan pada dokternya bahwa aku tidak tahu apakah aku menderita alergi terhadap antibiotik tertentu. Tapi dokternya menyimpulkan, jika aku tidak pernah bermasalah dengan minum obat antibiotik maka aku bebas terhadap alergi tersebut, tapi untuk memastikan akhirnya aku menjalani Skin Test ini.

Test ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit. Bila positif maka akan timbul bentok, merah, gatal. Tapi hasilku ternyata negatif karena ternyata cuma memerah sebentar lalu hilang.

Malam sebelum dioperasi dilakukan pencatatan detak jantung, ntah nama kedokterannya apa, tapi saat itu aku disuruh berbaring, lalu sebuah alat seperti kabel dan lempengan bundar diletakkan di dada depan dan belakangku. Kemudian dengan menggunakan mesin seperti mesin printer, di scan lah detak jantungku dan dari mesin berbentuk kotak itu muncul kertas print-printan hasilnya, terlihat seperti grafik naik turun.

Tahap selanjutnya aku di rontgen, saat itu aku berharap yang menanganiku perempuan, karena rasanya panas dingin kalau yang menangani adalah pria. Karena pernah dulu di rontgen yang harus buka atasan bajuku semuanya, malah yang menanganiku seorang pria, rasanya malah malu ga ketulungan...duh.. Iya sih dia udah ga mempan liat badan perempuan karena setiap hari kerjaannya ya begitu, tapi tetap saja bikin aku pusing... untung saja yang menanganiku saat ini adalah seorang perempuan, jadi aman deh..

Selesai dari ruang rontgen aku juga test darah lagi, ntah untuk memastikan apa, lalu aku ditanya macam-macam soal sejarah penyakitku. Bla..bla..bla.. semuanya tercatat rapi di map kuning itu. Kemudian sebuah surat pernyataan disodorkan padaku, prosedur standar jika akan melakukan tindakan, yaitu mengenai tanggungjawab, resiko, dan tuntutan. Seharusnya yang menandatangani ini adalah suamiku, tapi berhubung dia masih di jalan belum sampai, akhirnya adikku yang menandatanganinya, setidaknya masih ada hubungan saudara.

Waktu menunjukkan pukul 10 pagi, dan aku melangkah menuju ruang operasi diiringi suamiku dan seorang suster... hatiku rasanya berceceran di sepanjang koridor rumah sakit.. lemes.. ya Tuhan, rasanya ingin berlari pulang dan berlindung di bawah selimut coklatku....

Oh, tidak...

# saat sakit..

No comments:

Post a Comment