Monday, June 20, 2011

Sibuknya Pria

Kedudukan wanita itu sangat dijunjung tinggi dalam agama.
Dijunjung tinggi gimana maksudnya?
Iya, saking tingginya wanita tidak diharuskan mengerjakan apapun.
Misalnya?
Tidak harus masak, tidak harus mengurus anak, tidak harus bebenah, tidak harus mencari uang seperti laki-laki...dan banyak lagi, semua itu seharusnya suaminya yang mengerjakan.
Lho, lalu kewajiban wanita apa dong?
Wanita hanya perlu taat pada suaminya saja.
Caranya?
Ya kalo suami nyuruh nyuci baju ya nyuci baju, kalo nyuruh bebenah ya bebenah, kalo nyuruh ngurus anak ya ngurus anak...dst..
Huuuu...sami mawon..

------
Sekelumit kisah yang aku dengar dari tipi ketika ustad solmate sedang ceramah. Memang keliatan tidak adil, tapi sudah sama-sama kita ketahui bahwa kewajiban kepala rumah tangga memang sangat berat. Tidak ada wanita yang diharuskan mencari uang, tapi itu adalah tugas dan kewajiban laki-laki. Untuk orang yang lebih beruntung di dalam hidupnya, mungkin mencari nafkah bukanlah pekerjaan yang berat, tapi tidak untuk yang kurang beruntung.

Berangkat pagi, pulang malam..berangkat rapi, pulang kusut dan berantakan. Dulu waktu jaman rikiplik, biar uangnya ga habis, kadang aku bikin bekal seadanya buat suami, karena dia bilang di daerah kantornya di kota makanannya mahal. Begitu terus setiap bulannya biar pas, tapi kadang ga pas juga dan akhirnya harus nggesek kartu, sampe tipis itu kartu digesek trus. Yang ada gali lubang tutup lubang terus kerjaannya.

Aku juga pernah melihat meja kerjanya di kantor yang lama, penuh berisi buku dan kertas-kertas berantakan. Catatan programing yang tidak aku mengerti, kadang dia tidak rapih menyusun catatannya, jadi biasanya aku yang inisiatif menyusunnya dalam map tebal, jadi tidak bertebaran dimana pun dan mudah mencarinya lagi. Mungkin bawaan perempuan pengennya lihat yang teratur dan rapih.. :-)

Kemarin ini seorang teman mengirimkan foto meja kerjanya, isinya kertas semua numpuk, dan memang sudah beberapa bulan ini dia selalu bilang ga ada waktu dan sibuk terus. Baru aku ngerti setelah melihat meja kerjanya, pantas saja dia bilang gitu. Pasti dia setiap hari konsen dengan ini, sampai kadang tidak sempat bicara denganku. Tapi ada yang ga berubah darinya, kadang dia menggambar kartun di antara lembaran kertas-kertasnya. Biasanya yang dia gambar karikatur kacang nguap *eh, kacang bukan sih?* atau ga gambar benang kusut. Mungkin itu salah satu cara untuk mengistirahatkan pikirannya sejenak dari keruwetan kerjaannya.

Nah, ibu-ibu.. bersyukurlah mempunyai suami yang bertanggung jawab terhadap keluarganya. Laki-laki bekerja untuk keluarganya karena memang tanggungjawabnya, sedangkan jika perempuan bekerja itu biasanya untuk dirinya sendiri. Seperti pepatah bilang, uang suami adalah juga uang istri, sedangkan uang istri adalah uangnya sendiri. Tapi bukan berarti suami/istri mau menang sendiri. Mentang-mentang suami yang cari duit, jadi apa-apa maunya dilayani kayak raja atau mentang-mentang istri ngerjain semua yang di rumah, giliran diberantakin dikit bawaannya mau nyemprot aja.

Intinya mah cuma saling pengertian koq, suami pulang berharap orang di rumah menyambutnya dengan senyum, pasti rasa penatnya akan hilang melihat wajah keluarganya yang ceria. Begitu juga sebaliknya, jangan bawa kemarahan di kantor ke rumah, ntar istri udah mengembangkan senyum termanisnya malah suami datang dengan cemberut, hasyahh... nyambutnya juga jadi emped.. 

Hayook..pada pasang senyum manis.. :-)
*cling...!*

....

No comments:

Post a Comment