Friday, June 17, 2011

Spidol Merah dan Anak Perempuan

Gadis kecil berusia 4 tahun itu terlihat clengak clinguk mencari sesuatu, di depannya ada buku tulis bergaris terlihat kosong belum terisi apapun. Aku segera mengambil spidol berwarna merah dan mengulurkannya pada si kecil. Gadis itu diam saja tidak mengambil spidolku, hanya memandang saja ke arahku, mungkin heran, mungkin juga malu. Akhirnya kuletakan saja spidol merah itu di depannya, lalu aku konsen lagi ke depan mendengar ceramah.

Aku sengaja tidak menoleh dan memperhatikan gadis kecil itu, karena aku tahu, jika dia pemalu, maka dia tidak ingin ada orang lain yang memperhatikannya, tapi dari sudut mataku terlihat si kecil perlahan mengambil spidol yang tergeletak di depannya sambil sebentar-sebentar menoleh ke arahku. Tapi aku pura-pura ga lihat..

Dibukanya spidol itu, lalu mulai menggambar benang kusut...buku tulis itu dicoret-coret sana sini, ntah gambar apa dia, sama sekali ga berbentuk. Sepertinya lebih senang memperhatikan warna spidol yang terang itu, merah menyala. Tidak lama kemudian objek coretannya berpindah, dari buku ke tangannya... telapak tangan dia akhirnya merah dicoret-coret, lalu beralih ke kuku, jadilah kukunya sekarang memakai kutek spidol merah. Aku hanya tersenyum melihatnya, tapi kucolek ibunya untuk melihat kelakuan anaknya, ibunya langsung tarik napas dan mengucap.."astagfirullah...Fatmaaa..kamu ngapaiinn?!"  aku hanya tertawa pelan..

Tidak hanya kuku, akhirnya semuanya kena spidol merah, di baju, kaki, kuku kaki...semuanya.. Anak itu sepertinya cuek aja dipelototin ibunya, tetap saja berkreasi dengan spidol merah itu. Jika aku perhatikan, semua anak kecil memang sangat menyukai warna menyala, kalo ga kuning, oranye, biru dan merah. Khusus untuk merah, anak perempuan kayaknya demen banget dengan warna ini, dan rata-rata mereka mengaplikasikannya ke kuku tangan. Mungkin efek sering memperhatikan ibunya atau orang lain yang kelihatan memakai kutek, jadinya dia ikut-ikutan gitu. Sedangkan anak laki-laki biasanya mengaplikasikannya ke tembok atau barang-barang di sekitarnya.

Seorang teman bahkan menempeli dinding kamar anaknya dengan kertas, jadi kalo tuh anak  lagi iseng pengen corat-coret, ya tinggal berdiri aja di tembok yang dilapisi kertas itu.  Rajin ya? :-) daripada harus ngecat ulang kali..

Eniwei, kayaknya si emak lagi sibuk bersihin badan anaknya sekarang inih.. hehehe.. lagi direndem kali tuh anak pake sabun sampe badannya kisut.. :-)

...

No comments:

Post a Comment