Sunday, August 14, 2011

Hampa

Bulan Ramadhan tahun ini rasanya tidak sama dengan tahun lalu, aku lebih banyak merenung juga kebanyakan menangis, rasanya selalu diliputi kesedihan. Aku bisa berdiam diri lama sekali, lalu tidak sadar sudah mengeluarkan air mata.

Aku merasa bumi sedang tidak bersahabat dengan perasaanku, lemahnya pertahanan diriku membuat aku semakin luluh lantak saja rasanya. Aku seperti lumpuh, seperti terikat erat oleh tali baja yang panas. Ingin berlari sejauh mungkin, tapi kaki tidak sanggup menapak.


Aku tidak mengerti, kenapa ya air mataku tidak ada habis-habisnya keluar? Walaupun sudah kelelahan menangis, selalu saja masih bisa menangis lagi. Tinggallah mataku yang bengkak seperti ikan mas koki keesokan harinya. Nanti tidak lama kemudian akan menangis lagi, selalu begitu dan begitu hampir setiap hari.Seperti kehilangan sesuatu, seperti ditinggal sesuatu, seperti dilupakan sesuatu, seperti melayang dalam gelapnya malam tanpa arah tanpa tujuan. Semuanya terasa hampa...

Kalo saja aku bisa menghilang, mungkin lebih baik aku menghilang, pergi ke suatu tempat dimana tak seorangpun mengenalku, atau bisa jadi ke dunia yang lain di luar planet ini. Tapi tidak semudah itu terjadi, tetap saja aku harus menghadapi cobaan ini, harus melewatinya untuk bisa terus maju.

Tapi kepalaku rasanya kosong.. Aku seperti orang linglung saat berjalan keluar rumah mendingkan kepalaku, sampai seorang pria paruh baya menyapa, "hai, lama ga keliatan, kemana aja?" Pria itu setengah berlari-lari kecil karena sedang olahraga. Aku hanya bisa tersenyum dan bilang 'iya' yang ntah maksudnya apa. Ternyata aku memang sudah lama tidak keluar rumah...

Matahari belum terlihat di ufuk barat saat itu, aku kembali hanya termenung diam duduk di pinggir kali. Ntah pikiranku kemana, tapi angin pagi yang sejuk sedikit menenangkan hatiku. Sampai kemudian matahari mulai tinggi dan terasa panas, baru aku beranjak pulang.

Hmm...ada yang mau tukeran kepala denganku ga? Ruwet banget rasanya isi kepalaku, pengen dilepas sebentar saja. Tapi kalo dilepas aku ga bakalan bisa buka puasa dong, lha mulutnya mana coba...?

Ngelantur deh..hari minggu malah melow..

Eniwei, nangis itu batal ga sih?

4 comments:

  1. Mbak lagi Mikirin apaan?
    Semangka semangka :D

    ReplyDelete
  2. Jangan terlalu melihat dari sisi diri sendiri....semua butuh waktu..., semua butuh proses utk melewati yg tidak biasa, begitu juga dg saya yg hrs membiasakan merasakan puasa dan lebaran tanpa kehadiran seorang Ibunda yg telah pergi selamanya :( , jgn terpuruk pd satu keadaan...krn masih byk diluar yg lebih terpuruk...tapi mereka bisa melewatinya....tetap semangka mbak....melon blewah juga bole :)

    ReplyDelete
  3. take it easy or leave it easy lah mbak......

    sembari ngadem berbuka buah campur semangkaaaaa !!!!!

    ReplyDelete
  4. janganlah terlalu dalam memendam kesedihan, hidup kita masih terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja dengan air mata :-) semoga dirimu selalu diberi kedamaian, Rin :-D

    ReplyDelete