Saturday, August 6, 2011

Hilang

Ada seorang sahabat bilang, bahwa aku orangnya mau menang sendiri. Mungkin memang benar apa yang dia katakan, sayangnya sahabatku ini tidak mengerti kenapa aku melakukan itu. Walopun kelihatan mau menang sendiri, buntutnya selalu saja aku yang mengalah. Karena apa? karena aku malas untuk bertengkar, paling tidak enak itu bertengkar dengan orang yang kita sayangi. Ntah itu saudara, pasangan, teman, sahabat, pertengkaran malah membuatku pusing sendiri karena lelah memikirkannya.


Kadang aku rela melakukan apapun agar seseorang yang kusayang bisa tersenyum kembali, memang sih kadang aku berharap dia juga rela melakukan hal yang sama padaku. Tapi yang miris adalah jika dia menutup mata dengan semua yang aku lakukan. Rasanya sedih banget kalo udah kayak gitu :-)

Aku baru saja mengalami hal yang membuatku sedih, aku terlalu terpukul oleh hal yang aku hargai keberadaannya tapi malah hilang karena seseorang tidak menginginkannya. Dan ini untuk yang ketiga kalinya terjadi, apa aku orang yang bodoh karena mempertahankan apa yang aku hargai setengah mati tapi tidak dihargai orang lain..? Atau aku terlalu buta untuk mengetahui ketulusanku ini adalah sia-sia belaka..?

Entahlah, aku seperti terbuang, terlempar jauh, dibanting sampai hatiku remuk sampai aku tidak tahu lagi bagaimana caranya untuk bisa kembali. Mungkin memang seharusnya aku tidak kembali lagi, untuk apa jika pada akhirnya aku akan dibuang lagi, bisa jadi aku akan kembali masuk ke dalam kebodohan selanjutnya. Bisa mati berdiri kalau itu terjadi...

Labil, begitulah kata seorang yang bisa melihat diriku dengan batinnya (setengah paranormal), mudah goyah, rapuh, mudah jatuh, pokoknya aku ini orang yang lemah banget.  Kuakui memang seperti itu, makanya aku jadi mudah stres dan sakit. Kadang aku berharap aku bisa lebih kuat dari ini, bisa lebih tegar menghadapi apapun. Tapi begitulah, kadang lebih dominan rapuhnya, lebay banget jadinya..payah.

Eh, tapi si paranormal tadi sempet bilang juga, walaupun aku orang yang labil dan rapuh tapi aku mempunyai kekuatan di dalam diriku untuk tetap mampu bertahan. Semoga saja apa yang dia katakan benar, setidaknya sampai saat ini aku masih menulis di sini, itu tandanya aku masih bisa bertahan dari 'keterbuangan'ku. Then again, itulah hidup ya kan? Selalu akan ada cobaan di setiap perjalanan hidup kita, hadapi saja apapun itu, tidak apa-apa jikalau itu sangat menyakitkan, toh semua pasti akan berlalu seiring berjalannya waktu.

Ah, tapi kadang masih saja terkenang...

Maaf tulisannya berantakan, aku juga ga ngerti aku ini lagi ngomong apa sih..? Mbuh..

5 comments:

  1. Jangan sedih ya Mbak... tulisannya gak berantakan kok namanya juga isi hati lumayan jadi memori buat hari besok...
    semangka mbak :)

    ReplyDelete
  2. ku jg srg mengalami kyk gt kok mbak,.
    (~�▽�)~ (~�▽�)~ (~�▽�)~ (~�▽�)~
    jgn sedih mbak, thu cmn cobaan yg membuat dri kt lbh dewasa dan sempurna jha,...
    (≧◡≦)

    ReplyDelete
  3. tak ada ketulusan yang sia-sia Rin, Tuhan pasti mencatatnya. bagiku tulus itu ketika mau tak mau, suka tak suka, ikhlas bersedia menerima perlakuan orang lain meski berseberangan dengan apa yang kita harapkan. tapi toh kita tak harus selalu benar...ada kalanya perlu melewati dua atau tiga kali kebodohan, baru membuat kita lebih dewasa #big hug

    ReplyDelete
  4. janganlah terantuk kebodohan yang sama berulangkali kalopun harus sekali aja deh.......semangkaaaaaa !!!!!!!!!

    ReplyDelete